Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono memastikan TNI AU mendukung rencana pengembangan Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menjadi lokasi maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat.

Hal tersebut diutarakan Tonny saat menggelar pertemuan dengan Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital Kementerian PPN/Bappenas Vivi Yulaswati di Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (4/6).

"KSAU menyampaikan alasan pihaknya mendukung pengembangan Bandara Kertajati jadi MRO karena sejalan dengan pengalaman TNI AU dalam memanfaatkan fasilitas penerbangan di kawasan tersebut melalui sejumlah kegiatan latihan dan aktivitas penerbangan," seperti dikutip siaran pers TNI AU yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Tonny, pengembangan Bandara Kertajati menjadi MRO memberikan dampak baik terhadap banyak hal, salah satunya industri pertahanan (inhan) dan dirgantara dalam negeri

Dengan adanya MRO itu, inhan dalam negeri akan dilibatkan dalam setiap proses operasional pemeliharaan pesawat.

Hal tersebut membuat industri dalam negeri akan semakin eksis dan berkesempatan untuk mengembangkan ragam teknologi pertahanan dan penerbangan.

Tonny sendiri mengaku TNI AU sudah menyiapkan beragam kajian yang diperlukan untuk mendukung pengembangan Bandara Kertajati sebagai MRO pesawat.

Kajian-kajian tersebut nantinya harus dibahas terlebih dahulu sebelum pembangunan MRO dimulai.

"Pengembangan kawasan tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan bersama kementerian/lembaga terkait agar arah pemanfaatannya memiliki roadmap yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan," seperti dikutip siaran pers itu.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana menyiapkan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO pesawat C-130/Hercules di kawasan Asia.

Hal tersebut dilakukan Kemhan RI setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pentagon, Amerika Serikat itu, Pete menyampaikan niatnya untuk membangun pusat pemeliharaan mesin pesawat Hercules.

"Saat ini, terdapat rencana untuk menyiapkan kawasan Bandara Kertajati sebagai salah satu pusat MRO pesawat C-130/Hercules. Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (20/5).

Rico menilai langkah tersebut sangat strategis karena akan memberikan dampak baik bagi penguatan pertahanan Indonesia.

Salah satu dampak baiknya, yakni Indonesia menjadi semakin mudah dalam membangun kerja sama dan hubungan diplomasi dengan negara-negara Asia pengguna pesawat angkut Hercules.

"Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan kemandirian industri pertahanan dan dukungan logistik penerbangan strategis nasional," ungkap dia.

Baca juga: Kemhan sebut pembangunan MRO Hercules masih dalam tahap perencanaan

Baca juga: Pemkab Majalengka dukung pengembangan MRO di BIJB Kertajati

Baca juga: Pemerintah berencana bangun MRO pesawat Hercules di Bandara Kertajati

Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.