Pekanbaru, (ANTARA) - Satu unit helikopter "water bombing" tambahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung operasi pemadaman udara di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tiba di Pekanbaru.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau, Jim Ghafur, mengatakan helikopter tambahan tersebut tiba di Pekanbaru setelah diterbangkan dari Subang, Malaysia. Armada yang didatangkan merupakan helikopter tipe Sikorsky S-61A dengan nomor registrasi N5193Y.

"Dari pemerintah pusat melalui BNPB telah datang satu unit helikopter 'waterbombing' tambahan. Hari ini sudah tiba di Pekanbaru dari Subang, Malaysia," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Dengan kedatangan armada tersebut, kekuatan pemadaman udara di Riau tetap terjaga. Saat ini tersedia dua unit helikopter "water bombing" yang siap dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara.

Selain itu, satu unit helikopter patroli juga tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan wilayah dan mendeteksi titik panas. Sebelumnya Riau memiliki dua unit helikopter "water bombing" yang aktif beroperasi.

Akan tetapi satu unit sementara diperbantukan ke Provinsi Aceh untuk membantu penanganan karhutla di daerah tersebut. Lalu untuk memastikan kemampuan penanganan karhutla di Riau tidak berkurang, BNPB langsung mengirimkan armada pengganti.

"Satu helikopter 'water bombing' yang sebelumnya berada di Riau saat ini sedang diperbantukan untuk penanganan karhutla di Aceh. Karena itu BNPB mengirimkan armada pengganti agar kekuatan pemadaman udara di Riau tetap terjaga," ujarnya.

Diketahui sejumlah daerah di Provinsi Riau sedang terjadi kebakaran lahan yang ditangani oleh berbagai instansi. Di antaranya ada di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis dan Rokan Hilir.

Baca juga: BMKG ungkap perbedaan karakteristik karhutla gambut dan nongambut

Baca juga: BNPB: Sebaran karhutla masih melanda dua kabupaten di Aceh

Baca juga: Orang rimba dilibatkan dalam penanganan Karhutla di Jambi

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.