Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas
Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pengerjaan perbaikan jalan jangan sampai dilakukan secara asal-asalan, tetapi memperhatikan dan mementingkan kualitas.
"Jangan asal-asalan. Harus dikerjakan secara profesional," kata Gubernur Jateng, di Semarang, Jumat.
Ia meminta ruas jalan dengan tingkat kerusakan yang berat untuk mendapat prioritas penanganan.
"Balai dan dinas harus memperhatikan ini. Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya," katanya.
Selain mengoptimalkan anggaran daerah, ia meminta seluruh jajaran mengawal secara serius usulan bantuan pemerintah pusat, melalui kementerian maupun DPR RI.
"Tujuannya agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi," katanya.
Baca juga: Pemprov Jateng: Perbaikan jalan provinsi sudah rampung 90 persen
Baca juga: Pemprov Jateng kebut perbaikan jalan jelang Lebaran
Ia juga meminta seluruh jajarannya untuk merespons secara cepat setiap keluhan masyarakat, termasuk terkait kondisi infrastruktur di wilayahnya.
Menurut dia, berbagai keluhan yang viral di media sosial, harus menjadi bahan evaluasi agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Atas seluruh kritik dan masukan yang konstruktif dari masyarakat, ia menyampaikan terima kasih dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kolaborasi positif antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang makin baik di berbagai sektor, tidak hanya infrastruktur tetapi juga sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data, pada tahun anggaran 2026, pekerjaan peningkatan jalan, di antaranya dilakukan di ruas Wiradesa-Kajen, Wanayasa-Kalibening, Brigjen Sudiarto, Jepara-Keling, Kudus-Colo, Todanan-Ngawen, Demak-Godong.
Kemudian, Jalan Singget/Batas Kabupaten Grobogan-Doplang-Cepu, Kuwu-Galeh, Galeh-Ngrampal, Sirampog-Bumiayu, Pembangunan Jalur Penyelamat (Kalijambe), dan Batas Kota Salatiga-Kedungjati/Batas Kabupaten Grobogan.
Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi jalan pada ruas Pati-Tayu, Pati-Kayen-Sukolilo, Jepara-Kudus, Patikraja-Kaliori, Sidareja-Cukangleusleus, Karanganyar-Tawangmangu-Kalisoro.
Kemudian, Ngadirojo-Biting/perbatasan Jatim, Ngadirojo-Giriwoyo, Wonogiri-Manyaran-Blimbing, Sapuran-Kepil, Bandungsari-Panangapan, dan Bandungsari-Salem.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga melakukan pekerjaan penggantian jembatan Dengkeng, Kabupaten Klaten (Karangwuni-Batas DIY).
Di tahun yang sama juga melakukan rehabilitasi Jembatan Lusi Putat (lingkar utara Purwodadi), Jembatan Jurang Gowang (Kutoarjo-Bruno, Purworejo), Jembatan Kalidawe (Parakan-Patean), dan Jembatan Krompeng (Kajen-Batang).
Di luar perbaikan itu, Pemprov Jateng juga akan melakukan pekerjaan pemeliharaan rutin jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer di 173 ruas dan 26.445,77 meter jembatan provinsi.
Baca juga: Kementerian PU bangun jalan beton ruas Batang-Pekalongan Rp251 miliar
Baca juga: Gubernur Jateng minta APBD Perubahan 2026 genjot perbaikan jalan
Baca juga: Progres jalan Semarang-Godong capai 75 persen
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.