Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meminta pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Provinsi Maluku untuk mengoptimalkan potensi kemaritiman sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut dia, kekayaan sumber daya laut yang dimiliki Maluku merupakan modal strategis yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
"Wilayah ini saya lihat dari sisi maritimnya sangat menjanjikan prospeknya, baik yang ada di atas laut maupun di bawahnya seperti ikan, mutiara dan lain-lain, sehingga pengelolaannya harus lebih baik supaya bisa ada pendapatan lebih baik lagi," kata Ribka dalam keterangannya di Jakarta, Jumat
Hal itu disampaikannya usai Rapat Koordinasi bersama Gubernur Maluku dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku serta Bupati/Wali Kota dan Forkopimda Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (4/6).
Ribka menjelaskan sektor kemaritiman memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Pengelolaan sumber daya kelautan yang optimal tercatat menyumbang lebih dari 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Oleh karena itu, Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor tersebut secara berkelanjutan.
Baca juga: Wamendagri kunjungi Maluku perkuat sektor maritim dan PSN
Ribka juga menyoroti sejumlah capaian ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif. Kabupaten Maluku Barat Daya, misalnya, mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2025 sebesar 12,41 persen, sedangkan Kota Ambon tumbuh 5,71 persen, melampaui rata-rata nasional.
Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa potensi ekonomi Maluku dapat terus dikembangkan melalui penguatan sektor-sektor unggulan, khususnya kemaritiman.
Selain itu, Ribka juga menekankan pentingnya menggerakkan sektor swasta dan dunia usaha agar aktivitas ekonomi di daerah semakin dinamis.
Menurut dia, pembangunan tidak dapat bertumpu pada birokrasi semata, melainkan memerlukan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.
"Kami harapkan mesin-mesin birokrasi maupun swasta ini juga perlu kita hidupkan," ujarnya.
Baca juga: Kemendagri beri penghargaan pemda berprestasi regional Jawa-Bali
Lebih lanjut, Ribka turut mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Pemda dan unsur Forkopimda dalam menjaga stabilitas wilayah.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat guna mendukung kelancaran pelaksanaan program pembangunan di Maluku.
"Mohon dukungannya dari Forkopimda terus juga melakukan membantu Pak Gubernur dan teman-teman jajaran supaya kondisi kita di Maluku bisa terjaga dengan baik," tuturnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Duta Besar Seychelles untuk Indonesia dan ASEAN Nico Barito, serta Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath.
Baca juga: Wamendagri minta OPD Maluku aktif perbarui Lawamena Satu Data
Baca juga: Mendagri minta Forkopimda jaga soliditas demi stabilitas daerah
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.