Jakarta (ANTARA) - Pelatih Tangerang Hawks Basketball Tondi Raja Syailendra menilai Dewa United Banten lebih berpotensi untuk menembus Final Indonesian Basketball League (IBL) 2026, dibandingkan lawannya di semifinal yakni Pelita Jaya Jakarta.

"Melawan mereka (Dewa United) itu sulit bagi tim kami, karena selalu kalah dengan margin tinggi, bahkan bisa sampai lebih dari 20 poin," kata dia dalam laman IBL, Jumat.

Dia menjelaskan, Hawks harus mengakhiri perjalanan di putaran pertama playoff, setelah disapu bersih klub berjuluk Anak Dewa itu.

Skuad asuhan Agusti Julbe Bosch, melaju ke fase berikutnya dengan modal performa yang meyakinkan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, klub yang bermarkas di Dewa United Arena itu menunjukkan kualitas yang jauh berbeda, dibandingkan saat fase awal musim reguler.

Baca juga: Konsistensi masih jadi pekerjaan rumah Tangerang Hawks

Sesama tim asal Banten, Tondi menyebut Dewa telah tampil lebih solid dan konsisten ketika memasuki fase akhir musim reguler hingga playoff atau fase gugur, sehingga menjadi lawan yang sulit ditandingi.

Selain solid, kedalaman skuad menjadi faktor utama yang membuat klub itu berpeluang besar melaju hingga partai puncak.

Melalui komposisi pemain yang lengkap, baik tiga pebasket asing maupun kualitas pemain lokal, membuat juara IBL 2025 itu memiliki kemampuan untuk merebut gelar beruntun alias back-to-back champions.

"Ya semoga mereka sukses di semifinal," ujar dia.

Baca juga: Tangerang Hawks hancur lebur di tangan Dewa United Banten

Sementara itu, Dewa United Banten akan menghadapi Pelita Jaya Jakarta dalam format laga best-of-five.

Laga pertama dan kedua semifinal kedua tim, diselenggarakan di GMS, Jakarta Selatan, Jakarta, pada Sabtu (6/6) dan Senin (8/6). Sedangkan laga ketiga dan keempat digelar di Dewa United Arena, Kota Tangerang, Banten, pada Kamis (11/6) dan Sabtu (13/6). Untuk laga kelima kembali digelar di kandang Pelita Jaya.

Laga keempat dan kelima akan digelar atau bila dibutuhkan, jika tidak ada tim yang memiliki rekor laga 3-0 (menang-kalah) alias menang tiga kali beruntun.

Pelita Jaya mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah pertama karena berhasil finis sebagai peringkat pertama klasemen pada musim reguler. Hasil itu membuat skuad yang dilatih David Singleton menjadi unggulan pertama, sedangkan Dewa United mengakhiri musim tersebut di posisi keempat.

Baca juga: Donell Cooper ingatkan Dewa United fokus hadapi semifinal IBL 2026

Baca juga: Jadwal semifinal IBL 2026: Satria Muda lawan Hornbills laga pembuka

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.