Madrid (ANTARA) - Republik Demokratik (RD) Kongo mengecam keputusan otoritas Spanyol yang membatalkan pertandingan persahabatan pra-Piala Dunia 2026 mereka kontra Chile pada 9 Juni akibat wabah Ebola yang sedang melanda negara Afrika tersebut.
Pertandingan itu awalnya dijadwalkan akan diadakan di La Linea de la Concepcion, Spanyol selatan, tetapi pada Selasa (2/6), Juan Franco, selaku wali kota La Linea, mengumumkan bahwa laga tersebut batal digelar demi menjaga kesehatan masyarakat.
"Saya telah menandatangani dekret yang melarang penyelenggaraan pertandingan pada 9 Juni antara RD Kongo dan Chile," kata Franco.
Dia juga menyebut laporan dari kepala dinas kesehatan setempat di La Linea secara tegas tidak merekomendasikan penyelenggaraan laga tersebut mengingat adanya risiko kesehatan yang kemungkinan muncul.
Tim RD Kongo sendiri melaksanakan latihan dalam protokol kesehatan yang ketat di Belgia menjelang partisipasinya di ajang Piala Dunia. Menurut laporan, tidak ada satu pun dari 26 pemain mereka yang berbasis di RD Kongo atau melakukan perjalanan langsung dari RD Kongo ke lokasi kamp pelatihan, meskipun beberapa staf pendukung dan sejumlah suporter kemungkinan besar berbasis di RD Kongo atau melakukan perjalanan dari RD Kongo.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers virtual yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Menteri Komunikasi RD Kongo Patrick Muyaya menyesalkan situasi tersebut.
"Kami sedang menghadapi masalah serius dengan otoritas Spanyol karena mereka telah memutuskan bahwa laga kedua yang dijadwalkan bagi tim nasional kami tidak dapat digelar akibat Ebola. Saya yakin bahwa tidak ada satu pun pemain kami yang bermain di Kinshasa atau di RD Kongo. Mereka semua sudah berada di Belgia selama sekitar tiga pekan terakhir, menjalani latihan untuk Piala Dunia. Jadi, keputusan semacam ini dapat dianggap sebagai bentuk diskriminasi," ujar Muyaya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.