Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kanwil Ditjen) Imigrasi Papua Barat, melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Manokwari, memanfaatkan lahan tidur seluas enam hektare untuk pertanian dengan komoditas padi sawah.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Papua Barat Asrul di Manokwari, Sabtu, mengatakan pemanfaatan lahan tersebut bertujuan mendukung Program Astacita Presiden Prabowo yang diterjemahkan melalui 15 aksi akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
"Lahannya milik masyarakat di Kampung Macuan, Distrik Masni. Sudah tidak digunakan hampir lima tahun," kata Asrul.
Ia menjelaskan konsep pengelolaan lahan tidur menjadi lahan pertanian melibatkan peran kelompok masyarakat setempat dengan dukungan pembiayaan selama proses produksi berasal dari Kantor Imigrasi Manokwari.
Program pemberdayaan itu diharapkan dapat mendorong petani lokal lainnya untuk mengoptimalkan lahan sekitar sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan yang kemudian berdampak terhadap peningkatan perekonomian keluarga petani.
"Sistemnya kami sewa lahan, tapi kami berikan modal. Nanti hasilnya dibagi dua. Kalau enam hektar ini berhasil, kemungkinan kami akan sasar lahan tidur lainnya," ucap Asrul.
Sebelumnya, kata dia, Ditjen Imigrasi dan Ditjen Pemasyarakatan Papua Barat telah merealisasikan penanaman 1.500 bibit pohon kelapa yang memanfaatkan lahan produktif di setiap lembaga pemasyarakatan di Papua Barat maupun Papua Barat Daya.
Kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai manfaat sangat tinggi, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun aspek lingkungan, dan hampir seluruh bagian tanaman kelapa dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Baca juga: Ditjen Imigrasi Papua Barat catat PNBP 2025 capai Rp5,3 miliar
Baca juga: Ditjen Imigrasi Papua Barat: Ada lima WNA yang dideportasi pada 2025
Baca juga: Ditjen Imigrasi Papua Barat terbitkan 2.379 paspor pada semester I
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.