Gagasan bahwa pemberdayaan tidak hanya tentang membantu masyarakat mengembangkan usaha, tetapi juga menjaga ruang hidup tempat mereka tumbuh, merupakan refleksi yang layak direnungkan bersama
Jakarta (ANTARA) - Ada sebuah pepatah lama yang mengatakan bahwa seseorang tidak benar-benar hidup untuk dirinya sendiri ketika ia menanam pohon yang kelak tidak sempat ia nikmati hasilnya.
Kalimat itu terasa sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam tentang bagaimana manusia memandang masa depan.
Sebab menanam pohon bukan hanya pekerjaan fisik memasukkan bibit ke dalam tanah. Tapi pernyataan tentang harapan juga keyakinan bahwa generasi berikutnya berhak mendapatkan lingkungan yang lebih baik daripada yang diwariskan hari ini.
Cara berpikir semacam itu menjadi semakin penting. Apalagi, ketika kini manusia hidup di dunia yang serba mengejar hasil instan. Segala sesuatu diukur dari manfaat yang bisa dirasakan hari ini, minggu ini, atau paling lama tahun ini.
Padahal, tidak semua pekerjaan besar memberikan hasil dalam waktu singkat. Ada kerja-kerja sunyi yang baru memperlihatkan dampaknya, setelah bertahun-tahun. Menanam pohon adalah salah satunya.
Karena itu, ketika 27 ribu pohon ditanam secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, yang sesungguhnya sedang dibangun bukan sekadar ruang hijau tambahan.
Hal yang sedang ditanam adalah kesadaran bahwa pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari upaya menjaga lingkungan tempat masyarakat itu hidup.
Sebab kehidupan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga masa depan keluarga pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas ruang hidup yang mereka miliki.
Selama ini, kata pemberdayaan sering dipahami dalam konteks ekonomi. Seseorang dianggap berdaya, ketika memiliki usaha yang berkembang, pendapatan yang meningkat, atau akses pembiayaan yang lebih baik. Semua itu tentu benar.
Namun, pengalaman menunjukkan bahwa kesejahteraan tidak pernah berdiri di atas fondasi ekonomi semata. Kesejahteraan juga memerlukan udara yang bersih untuk dihirup, tanah yang tetap subur untuk ditanami, air yang terjaga kualitasnya, dan lingkungan yang aman bagi anak-anak untuk tumbuh.
Itulah sebabnya upaya penghijauan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menambah jumlah pohon. Akar pohon membantu menjaga tanah tetap kokoh. Daunnya membantu memperbaiki kualitas udara. Rindangnya menciptakan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dalam jangka panjang, pohon menjadi salah satu benteng alami untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim yang kini semakin nyata dirasakan di berbagai daerah.
Perubahan iklim sering terdengar seperti isu yang jauh dan abstrak. Padahal dampaknya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Musim yang semakin sulit diprediksi memengaruhi petani. Curah hujan ekstrem meningkatkan risiko banjir dan longsor. Suhu yang terus meningkat memengaruhi kesehatan masyarakat.
Kelompok yang paling merasakan dampaknya justru mereka yang berada di lapisan akar rumput, yang kehidupan sehari-harinya sangat bergantung pada kondisi lingkungan sekitar.
Karena itu, setiap upaya menjaga lingkungan sesungguhnya juga merupakan upaya melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.