Jakarta (ANTARA) - Pemanfaatan teknologi bedah robotik pada prosedur penggantian sendi lutut total atau total knee replacement (TKR) dinilai dapat membantu meningkatkan presisi tindakan operasi serta mendukung proses pemulihan pasien.

Dokter spesialis ortopedi dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, dalam Simposium Orthovolution 2026 di Jakarta, Sabtu, mengatakan teknologi robotik berfungsi sebagai alat bantu bagi dokter untuk melakukan tindakan dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibanding metode konvensional.

"Bukan robotnya yang bekerja untuk kita, tetapi dokter yang difasilitasi teknologi untuk membuat potongan lebih presisi. Variasi anatomi setiap pasien berbeda-beda sehingga teknologi ini membantu penyesuaian selama operasi," kata Yudi.

Baca juga: Kemenkes percepat pengembangan robotik untuk rehabilitasi stroke

Menurut dia, sistem robotik yang digunakan dalam prosedur penggantian lutut dapat memetakan anatomi pasien secara langsung di ruang operasi tanpa memerlukan pemindaian CT-scan sebelumnya.

Melalui pemetaan tersebut, tim medis dapat menyesuaikan posisi dan pergerakan implant agar mendekati fungsi alami lutut pasien.

Guru Besar Ortopedi Prof. Dr. dr. Andri Lubis, Sp.OT (K), mengatakan keberhasilan operasi penggantian sendi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kolaborasi berbagai disiplin ilmu mulai dari anestesi hingga rehabilitasi medik.

Baca juga: Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf

"Ahli anestesi, dokter bedah, dan tim rehabilitasi perlu berkoordinasi sejak sebelum tindakan dilakukan agar pasien memperoleh hasil yang optimal," ujarnya.

Dokter spesialis anestesi dr. Fransisca Dewi Kumala, Sp.An, menambahkan penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) juga berperan dalam mempercepat pemulihan pasien pascaoperasi.

Menurut dia, pendekatan tersebut meliputi pengelolaan nyeri melalui kombinasi beberapa jenis obat dan teknik blok saraf sehingga pasien dapat lebih cepat bergerak setelah tindakan.

Baca juga: Kemenkes perkuat deteksi dini preeklamsia berbasis teknologi

"Kami berupaya mengendalikan nyeri dengan berbagai metode agar pasien dapat segera memulai mobilisasi setelah operasi," katanya.

Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyebab utama penurunan fungsi gerak pada kelompok usia lanjut. Pada kasus yang sudah berat dan tidak lagi membaik dengan terapi konservatif, penggantian sendi lutut dapat menjadi salah satu pilihan penanganan.

Para ahli menilai perkembangan teknologi bedah, termasuk penggunaan sistem robotik, berpotensi mendukung akurasi tindakan dan meningkatkan kenyamanan pasien. Namun, pemilihan metode operasi tetap harus disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien serta pertimbangan dokter yang menangani.

Baca juga: Kemenkes: Transfer teknologi tinggi perkuat kemandirian alkes RI

Siloam Hospitals Mampang merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang telah menerapkan teknologi bedah robotik untuk prosedur penggantian sendi lutut. Teknologi tersebut digunakan sebagai alat bantu dokter dalam merencanakan dan melakukan tindakan operasi dengan tingkat presisi yang lebih tinggi sesuai kondisi anatomi masing-masing pasien.

Siloam Hospitals Mampang menggunakan robot VELYS (VELYS Robotic-Assisted Solution) untuk prosedur TKR, dengan keunggulan teknologi imageless yang tidak memerlukan CT-scan sebelum operasi. Sistem ini memetakan anatomi lutut pasien secara langsung di ruang operasi.

Baca juga: Prosedur bedah robotik tingkatkan kenyamanan pasien pascaoperasi

Pewarta: Ida Nurcahyani/Niswah Qintara Rahmani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.