Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan semangat pemikiran Bung Karno saat memperingati hari lahir Presiden Pertama RI Soekarno ke-125.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu, Hasto mengingatkan kembali semangat Soekarno sebagai proklamator dalam melawan kolonialisme dan ketidakadilan.

"Bung Karno menegaskan bahwa yang dilawan rakyat Indonesia bukanlah orang-orang Belanda, melainkan suatu nafsu yang menghisap dan menyengsarakan," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjadikan Trisakti Bung Karno sebagai pedoman dalam memperkuat bangsa, baik dari aspek hukum maupun perekonomian.

Trisakti Bung Karno terdiri atas prinsip berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Baca juga: Hasto: Pertemuan Prabowo-Megawati momentum bahas arah bangsa

Menurut Hasto, penerapan tiga prinsip tersebut dapat memperkuat bangsa sekaligus menegakkan sistem hukum dan keadilan bagi masyarakat.

"Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa yang kuat untuk menghadapi sistem yang melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa," katanya.

Ia berharap seluruh pihak menjadikan pemikiran Soekarno sebagai kompas dalam upaya memajukan bangsa.

"Itulah api perjuangan Bung Karno yang harus terus dinyalakan," kata Hasto.

Baca juga: PDIP: Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme untuk luruskan sejarah

Baca juga: Sekjen PDIP: Fretilin-PDIP punya platform inklusif yang sama

Pewarta: Walda Marison
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.