Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengemukakan bahwa wastra Nusantara juga bisa menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif.

"Wastra dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif karena mudah dikenali, dan menjadi bagian dari soft power Indonesia," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Minggu.

"Yang tidak kalah penting, wastra juga merupakan elemen dari industri budaya dan ekonomi budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ia menambahkan.

Dia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 1.340 kelompok etnis, dan keragaman tersebut antara lain tercermin pada aneka wastra Nusantara.

"Keberagaman budaya bangsa kita dapat terlihat dari batik, songket, tenun, ikat, hingga berbagai bahan dan medium lain yang begitu indah dan kaya," katanya.

"Di balik setiap ekspresi budaya tersebut tersimpan filosofi, harapan, bahkan doa,” kata Menteri Kebudayaan.

Baca juga: NTB kenalkan tenun sakral dalam pameran wastra di Yogyakarta

Fadli Zon mengemukakan perlunya peningkatan pemanfaatan wastra untuk mendukung pengembangan usaha ekonomi kreatif dan usaha ekonomi berbasis budaya di daerah.

Guna mendukung pelestarian dan promosi pemanfaatan wastra, Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan pemerintah daerah mengadakan Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 bertajuk "Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara" di Museum Negeri Sonobudoyo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 5 Juni – 29 Juli 2026.

Pameran itu diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pelestarian wastra Nusantara sekaligus meningkatkan peran museum sebagai sarana belajar dan destinasi wisata budaya.

Baca juga: Fadli Zon promosikan kekayaan wastra Nusantara di Prancis

Baca juga: Ekspor kain tradisional kini bisa lewat e-commerce, mudahkan UMKM

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.