Jakarta (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah DKI Jakarta dan Banten menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi indikasi kenaikan harga bahan pangan di pasaran.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendistribusian beras SPHP dan beras premium, percepatan penyaluran bantuan pangan, serta distribusi minyak goreng MinyaKita guna menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Langkah-langkah strategis ini diambil untuk memberikan ketenangan bagi masyarakat, terkait kecukupan kebutuhan bahan pangan pokok dan imbas dari adanya indikasi kenaikan harga di pasar,” kata Pemimpin Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten Taufan Akib di Jakarta, Minggu.

Ia mengungkapkan langkah strategis yang akan dilakukan Bulog dengan melakukan pendistribusian beras medium dan premium ke toko-toko binaan, percepatan penyaluran bantuan pangan, dan pendistribusian MinyaKita

Bulog mendistribusikan beras medium melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Ia mengatakan saluran distribusi difokuskan ke toko- toko binaan, seperti koperasi, rumah pangan kita, outlet binaan instansi pemerintah, pengecer di pasar dan juga ritel modern.

Saat ini ada 375 titik saluran binaan yang tersebar di wilayah Provinsi DKI Jakarta dan Banten, termasuk saluran dalam pelaksanaan Gerakan Pasar Murah (GPM).

Bulog DKI Jakarta dan Banten juga mendistribusikan beras kualitas premium. Pendistribusian beras premium masif dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan di GOR Kalisari, Jakarta Timur pada Sabtu.

"Hari ini, kami mendistribusikan beras SPHP dan beras premium ke toko binaan di Pasar Kramat Jati dan Pasar Senen," kata dia.

Ia mengatakan Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang) dengan sistem serentak dan optimalisasi penyaluran di beberapa kecamatan terus dilakukan.

Ia menyebutkan target penyaluran Banpang wilayah DKI Jakarta dan Banten selesai sekitar minggu ke-2 atau ke-3 Juni, menjadi strategi tersendiri untuk menekan potensi kenaikan harga.

Bulog mencatat sampai dengan Sabtu (6/6) Juni realisasi penyaluran Banpang di wilayah kerja BULOG DKI Jakarta dan Banten sudah mencapai 78,66 persen.

“Sudah tersalurkan ke 1.592.420 penerima bantuan pangan (PBP) dari target penyaluran 2.024.376 PBP," tambahnya.

Menurut dia capaian realisasi penyaluran Banpang yang cukup tinggi, menjadi stimulus positifstabilisasi harga di pasar.

Ia mengatakan penyaluran 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang akan diterima masing-masing penerima bantuan pangan untuk dua alokasi penyaluran.

Hal ini akan berdampak pada ketercukupan kebutuhan konsumsi rumah tangga penerima, yang mampu meredam kenaikan permintaan di pasar.

Pendistribusian MinyaKita juga terus dilakukan ke pasar-pasar dalam jaringan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan toko-toko binaan di pasar tradisional non SP2KP.

Pihaknya berharap pendistribusian MinyaKita, baik melalui pasar SP2KP dan toko binaan di pasar tradisional non SP2KP dapat menjadi penyeimbang ketersediaan stok di pasar, sehingga menjamin keterjangkauan harga dan pasokan bagi masyarakat.

"Langkah-langkah ini perlu kami lakukan, untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat, khususnya beras dan minyak aman, tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan pemerintah," kata dia.

Baca juga: Bulog Jakarta-Banten catat realisasi gabah petani capai 69.042 ton

Baca juga: Bulog percepat penyaluran bantuan pangan di Jakarta

Baca juga: Food Station Tjipinang Jaya pastikan stok beras di DKI masih aman

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.