Jayapura (ANTARA) - Kepala Polres Boven Digoel Ajun Komisaris Besar Polisi Wisnu Putra Perdana mengatakan sebanyak 104 orang warga Distrik Manggelum mengungsi ke Tanah Merah karena takut terhadap gangguan keamanan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Wisnu yang dihubungi dari Jayapura, Papua, Minggu, mengatakan seratusan warga, termasuk anak-anak, itu kini sudah berada di Tanah Merah, ibu kota Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, setelah mereka melarikan diri dari kampungnya menggunakan perahu motor.
Setibanya di Tanah Merah, Sabtu (6/6), warga dari Distrik Manggelum langsung disambut personel Polres Boven Digoel dengan memberikan pelayanan kemanusiaan kepada mereka.
"Mereka mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut tidak kondusif setelah kedatangan KKB yang dilaporkan juga membakar fasilitas kesehatan di wilayah itu," kata Wisnu.
Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi sempat ke Distrik Kouh, yang kemudian membantu mengamankan perjalanan mereka.
"Saat ini mereka ditampung di aula Mapolres Boven Digoel di Tanah Merah," kata Wisnu.
Kapolres menambahkan petugas kesehatan sudah memeriksa kesehatan warga. Saat ini Polres Boven Digoel terus berkoordinasi dengan Pemkab Boven Digoel, Kodim serta instansi terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemda Boven Digoel terkait masalah keamanan di Distrik Manggelum agar kembali kondusif sehingga masyarakat bisa pulang ke kampung halamannya dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman," kata Kapolres.
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.