jika konversi sampah plastik jadi energi ini bisa terus berlangsung, maka ketergantungan pada solar akan menurun. Dirinya optimistis teknologi ini bisa membawa kita dalam kemandirian energi, khususnya untuk para nelayan.
Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan tengah mengembangkan teknologi mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan energi khususnya para nelayan.
Arif Satria di Makassar, Senin, mengatakan teknologi bernama Liquid Fuel from Plastic Waste with Advanced Pyrolysis System for Industrial Scale itu, merupakan sebuah alat yang diciptakan untuk mengolah limbah plastik menjadi bahan bakar untuk para nelayan.
"Sampah plastik ini kan tidak punya nilai sebagian, nah sampah yang tidak punya nilai ini kemudian oleh BRIN disulap untuk menjadi bahan bakar untuk nelayan," ujarnya pada acara Konferensi Internasional Sustainable Development Goals (SDGs) dalam rangkaian Milad ke-72 UMI.
Ariif menjelaskan, jika konversi sampah plastik jadi energi ini bisa terus berlangsung, maka ketergantungan pada solar akan menurun. Dirinya optimistis teknologi ini bisa membawa kita dalam kemandirian energi, khususnya untuk para nelayan.
"Saya kira untuk sektor energi masih banyak peluang-peluang lain yang harus kita dorong, baik sifatnya lower technology (teknologi sederhana) maupun teknologi yang tinggi," ujar Prof Arif pada kegiatan yang dihadiri sejumlah peneliti dari berbagai negara tersebut.
"Apalagi BRIN juga punya teknologi yang tinggi terkait dengan soal pengolahan sampah yang saat ini sudah diterapkan di Mataram, Lombok," ujarnya.
Arif berharap melalui konferensi internasional ini semakin banyak perspektif yang bermunculan terkait dengan penyelesaian Sustainable Development Goals.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya mengatakan penelitian saat ini harus dilakukan untuk memberikan solusi terhadap isu-isu SDGs. Isu SDGs ini ditargetkan tercapai pada tahun 2030.
"Sudah menjadi komitmen global bahwa kita perlu melakukan langkah-langkah yang didasari oleh bukti dan data yang kuat sehingga apa yang kita lakukan memiliki akuntabilitas yang besar," ujarnya.
Baca juga: Kepala BRIN: Desa jadi kunci pertumbuhan stabil ekonomi nasional
Baca juga: BRIN dorong pembangunan daerah berbasis pengetahuan lewat Desa Inovasi
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.