Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melalui Sekretariat Nasional Open Government Indonesia berkomitmen meningkatkan pelayanan akses air bersih desa terutama pada daerah tertinggal di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen ini dilakukan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Pemerintah Provinsi NTT, Solar Chapter, dan Wahana Visi Indonesia.

“Upaya tersebut didukung oleh platform data partisipatif, Mengalir.co, serta mendorong pemanfaatan dan penguatan data berbasis lapangan sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program air bersih di daerah,” ujar Direktur Hubungan Luar Negeri Kementerian PPN/Bappenas Maharani Putri Samsu Wibowo, selaku Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Strategis Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Keterbukaan Pemerintah (Open Government Indonesia), dari keterangan resmi, Jakarta, Senin.

Mengalir.co mengintegrasikan data dan informasi dari laporan partisipatif warga NTT, pemerintah daerah, dan pihak lainnya mengenai kondisi air bersih di wilayah NTT.

Berdasarkan data lapangan dari Mengalir.co per Mei 2026, 359 dari 764 desa (46,98 persen) memiliki cakupan layanan di bawah 25 persen.

Lebih lanjut, 243 desa (31,58 persen) belum memiliki layanan air yang memadai, dengan 172 desa mengalami sistem tidak berfungsi dan 71 desa belum memiliki infrastruktur air.

Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan data berbasis lapangan yang saling melengkapi serta kolaborasi multi pihak untuk meningkatkan kapasitas, tata kelola, dan efektivitas program air bersih agar layanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan berkelanjutan.

“Laporan partisipatif warga, data pemerintah daerah, dan hingga survei lapangan semua terintegrasi di satu platform yang bisa diakses oleh siapapun, baik dari pemerintah, NGO (Non-Governmental Organization), ataupun masyarakat itu sendiri,” ujar Direktur Eksekutif Solar Chapter Mustika Wijaya.

Penggunaan data yang terintegrasi ini diharapkan dapat menjembatani kebutuhan lokal dengan solusi yang berkelanjutan, serta menjadi basis koordinasi untuk menyelaraskan program-program terkait penyediaan layanan air bersih. Saat ini, tercatat platform Mengalir.co telah menyediakan data yang tervalidasi di 764 desa.

Baca juga: Bappenas target tarik 2 miliar dolar AS investasi hijau lewat GIFT

Baca juga: Para penjaga air dari NTT

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.