Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI berharap Urban Knowledge Hub yang berlokasi di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus ruang untuk membangun perkembangan teknologi dan sains.

"Dengan adanya Urban Knowledge Hub ini, diharapkan dalam pembangunan Jakarta tidak lagi semata-mata berdasarkan common sense, tetapi betul-betul menggunakan data, sains dan teknologi yang lebih matang," kata Gubernur DKI Pramono Anung dalam peresmian Urban Knowledge Hub di Jakarta, Senin.

Pramono mengatakan Urban Knowledge Hub merupakan salah satu dari tiga instrumen yang tengah disiapkan Jakarta menuju kota global, lainnya yaitu Jakarta Future Festival dan Jakarta Innovation Day.

Ruang-ruang pembelajaran itu pun diharapkan dapat menjadi wadah untuk memberikan warna bagi pembangunan Jakarta ke depannya.

"Termasuk keputusan-keputusan yang dilakukan, seperti sarana transportasi, pembangkit listrik tenaga sampah, kemudian yang paling utama adalah pengembangan kawasan berorientasi transit (transit oriented development atau TOD) secara science, data, ilmiah, dan itulah yang membedakan pembangunan yang terencana," ujar Pramono.

Peresmian Urban Knowledge Hub yang berada di lantai enam Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, itu dilakukan oleh Pemprov DKI pada Senin. Tempat itu berfungsi sebagai ruang dan pameran untuk membahas sistem tata kota.

Bagi lembaga pemerintah maupun sekolah, dapat menyewa ruang tersebut secara gratis dengan mengajukan surat izin ke kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota.

Sejumlah fasilitas yang tersedia di Urban Knowledge Hub, antara lain ruang rapat (meeting), ruang pameran, ruang kerja (co-working) dan mushalla.

Baca juga: Pengembangan SDM jadi kunci transformasi Jakarta menuju kota global

Baca juga: Pengetahuan jadi fondasi transformasi Jakarta menuju kota global

Baca juga: Gen Z harus dapat ruang agar Jakarta maju sebagai kota global

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.