Jakarta (ANTARA) - Kuasa Usaha Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia, Peter Haymond, berharap Program Pertukaran Pelajar dan Studi Pemuda (Youth Exchange and Study/YES) dapat semakin memperkuat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan AS melalui pengalaman langsung para pelajar yang mengikuti program tersebut.
Harapan itu disampaikan Haymond di Jakarta, Senin, saat menyambut 48 siswa Indonesia yang telah mengikuti Program YES.
"Yang kami harapkan dan yang kami lihat adalah ketika siswa dari Indonesia pergi ke AS, mereka membantu memperkaya kehidupan orang-orang yang mereka temui," kata Peter Haymond.
Ia juga berharap para peserta memperoleh pengalaman berharga selama tinggal di AS, memahami masyarakat setempat lebih baik, mempraktikkan kemampuan berbahasa, serta membagikan kembali pengalaman dan pengetahuan tentang Amerika kepada teman dan keluarga setelah kembali ke Indonesia.
Menurut Haymond, program pertukaran pelajar tersebut menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara. Ia menilai masa mengikuti program merupakan kesempatan ideal bagi para siswa untuk memperoleh pendidikan sekaligus pengalaman budaya yang berharga.
Lebih jauh, ia meyakini pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program YES akan memberikan dampak positif kepada kehidupan para peserta di masa depan, baik di bidang pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan diri secara keseluruhan.
Haymond juga menyatakan keyakinannya bahwa para alumni program akan tumbuh menjadi pemimpin di tengah masyarakat, dan pengalaman yang mereka peroleh di AS akan menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan mereka.
Memasuki tahun ke-23 penyelenggaraan, Program YES telah mengantarkan puluhan siswa Indonesia untuk belajar di AS dan melahirkan ribuan alumni di berbagai negara di dunia.
Sebagai mitra IFS Intercultural Programs yang merupakan salah satu anggota konsorsium penyelenggara Program YES, organisasi Bina Antarbudaya merekrut siswa-siswi dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengikuti proses seleksi dan menjalani program pertukaran selama satu tahun ajaran di AS.
Selama program berlangsung, para peserta tinggal bersama keluarga angkat di Amerika, bersekolah di sekolah umum setempat, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan komunitas di lingkungan mereka.
"Dengan mengikuti program ini, salah satu cita-cita kita bersama yaitu menciptakan pemimpin masa depan, menjadikan anak-anak muda di Indonesia sebagai active global citizens itu bisa tercapai," kata Program Manager Bina Antarbudaya, Sari Tjakrawiralaksana, pada kesempatan yang sama.
Menurut Sari, tujuan tersebut sejalan dengan misi utama Program YES, yakni membangun jembatan pemahaman antarmasyarakat di berbagai belahan dunia.
Sementara itu, informasi lebih lanjut mengenai program tersebut dapat diperoleh melalui situs web www.yesprograms.org.
Baca juga: Pelajar Kaltim raih "YES Student of the Month" di Amerika
Baca juga: Beasiswa belajar ke Amerika Serikat diraih pelajar madrasah Pekanbaru
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.