Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu memantau secara berkala kondisi kesehatan jamaah haji usai menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Pemantauan dilakukan guna mengantisipasi terjadinya berbagai keluhan kesehatan yang dapat dialami jamaah setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
"Kami menyiapkan seluruh puskesmas yang sebelumnya terlibat dalam pemeriksaan kesehatan jamaah saat masa keberangkatan untuk kembali memberikan layanan pemantauan kesehatan setelah jamaah pulang ke daerah asal," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati di Bengkulu, Senin.
Untuk itu, pihaknya telah menyiagakan petugas di seluruh puskesmas untuk memberikan layanan pemantauan kesehatan setelah jamaah pulang ke daerah asal.
Ia menyebut tenaga kesehatan tersebut nantinya akan melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah dan mengidentifikasi berbagai keluhan yang mungkin muncul setelah pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: Kemenhaj: 11 haji NTB wafat di Tanah Suci
Keluhan tersebut seperti kelelahan fisik, gangguan pernapasan, maupun masalah kesehatan lainnya yang membutuhkan penanganan medis.
Lanjut dia, pemantauan kesehatan jamaah haji merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pelayanan kesehatan haji.
Sebab mereka baru saja menjalankan rangkaian ibadah yang cukup padat dan menguras energi, ditambah dengan perjalanan jauh yang dapat memengaruhi kondisi fisik.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan mengimbau kepada seluruh jamaah haji asal Kota Bengkulu agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan setelah tiba di rumah. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius dan memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
"Ini sudah menjadi kegiatan rutin tim kesehatan dalam mengantisipasi berbagai keluhan kesehatan yang dialami jamaah haji. Kami berharap seluruh jamaah tetap menjaga kesehatan dan dapat kembali beraktivitas dengan baik setelah menjalankan ibadah haji," sebut Nelly.
Baca juga: PPIH: Waspada tujuh gejala penyakit setelah jamaah tiba di Tanah Air
Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.