Jakarta (ANTARA) - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menilai kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan integrasi data telah menjadi kebutuhan utama dalam transformasi digital sebuah perusahaan.

Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSMART, Andrijanto Muljono dalam konferensi pers BRAVO 500 Summit 2026 di Jakarta, Senin, mengatakan data dan AI telah menjadi fondasi sekaligus arah perkembangan ekosistem digital saat ini.

"AI ini sudah menjadi keniscayaan. Data adalah hal yang besar, dan AI juga hal yang besar yang harus kita diskusikan," kata Andri.

Menurut dia, ekosistem digital saat ini ditopang oleh tujuh pilar utama, yakni data, perangkat (devices), jaringan atau konektivitas, aplikasi, keamanan siber, energi dan infrastruktur, serta AI.

Andri menjelaskan data menjadi pilar paling mendasar karena menjadi basis pengambilan keputusan baik oleh pemerintah maupun perusahaan. Tanpa data yang akurat, kebijakan maupun strategi bisnis berpotensi tidak tepat sasaran.

Baca juga: XLSMART kenalkan ESTA Prime di BRAVO 500 Summit 2026

Ia menilai pentingnya pengelolaan data semakin meningkat seiring besarnya konsumsi data masyarakat Indonesia yang disebut mencapai sekitar 200 hingga 300 petabyte data per hari.

Aktivitas digital masyarakat tersebut tidak hanya menghasilkan konsumsi data, tetapi juga menciptakan berbagai jenis data baru, mulai dari data perilaku, transaksi, lokasi, hingga preferensi pengguna.

Di sisi lain, AI dinilai menjadi teknologi yang akan semakin berperan dalam berbagai proses bisnis, sehingga perusahaan perlu mulai mempersiapkan pemanfaatannya secara optimal dengan dukungan data yang berkualitas.

Andri menegaskan bahwa AI tidak dapat menghasilkan keluaran yang baik tanpa didukung data yang baik.

"Kalau datanya tidak akurat, tindakannya juga tidak akurat. Perusahaan juga sama, pakai data. Jadi data adalah suatu hal yang besar, dan AI juga hal yang besar yang harus kita diskusikan," ujarnya.

Selain data dan AI, XLSMART juga menyoroti pentingnya aspek keamanan siber dalam transformasi digital. Menurut Andri, Indonesia saat ini menghadapi sekitar 17 juta serangan siber setiap hari sehingga perlindungan data dan sistem digital menjadi kebutuhan yang semakin krusial.

Baca juga: ZTE dan XLSMART luncurkan pusat inovasi di Jakarta

"Soal keamanan, saat ini setiap hari ada 17 juta serangan siber di Indonesia, per hari, itu berarti per detiknya ada 200 (serangan) kira-kira," kata Andri.

Dalam kesempatan yang sama, XLSMART melalui XLSMART for BUSINESS, mengungkap pada 11 Juni mendatang di Jakarta, akan menggelar forum BRAVO 500 Summit 2026, sekaligus memperkenalkan ESTA Prime dalam upaya mempercepat transformasi digital nasional melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), data, Internet of Things (IoT), dan perluasan jaringan 5G yang semakin luas dan merata.

Forum diskusi yang akan menghadirkan lebih dari 2.000 pemimpin korporasi, regulator, akademisi, dan mitra teknologi tersebut berupaya mendorong pemanfaatan AI, integrasi data, Internet of Things (IoT), serta perluasan jaringan 5G guna mempercepat transformasi digital nasional.

Baca juga: XLSmart targetkan jaringan 5G jangkau 88 kota tahun ini

Baca juga: XLSmart prediksi lonjakan trafik hingga 30 persen pada Lebaran 2026

Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.