Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Tim Amirul Hajj atau Pemimpin Misi Haji 2026 telah kembali ke Indonesia dan salah satu masukkannya adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji.
“Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh tim dari Amirul Hajj adalah pertama, peningkatan layanan di Mina,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf di Bandara Soekarno Hatta, Banten, Senin.
Menhaj Irfan mengakui salah satu titik kelemahan dalam penyelenggaraan haji 2026 adalah di Mina, mengingat jamaah dari seluruh dunia berkumpul di satu titik dengan luasan yang terbatas.
Menurutnya, luasan Mina memang berbeda dengan Arafah, hanya 8-9 km persegi. Belum lagi sebagian adalah gunung batu sehingga luasan efektif hanya sekitar 5 km persegi. Mengingat lahan yang terbatas, maka kepadatan jamaah tidak bisa dihindari.
“Arafah di sekitar 17 km persegi, sementara Mina hanya sekitar 8-9 km persegi, itupun yang bisa digunakan karena sebagian gunung batu, tidak lebih dari 5 km persegi, sehingga ada kepadatan dari jumlah jamaah,” kata Menhaj Irfan.
Baca juga: Wamenag puji penyelenggaraan haji yang alami lompatan layanan
Rekomendasi lainnya dari Amirul Hajj mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca-Armuzna, kemudian penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak peserta haji memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.
“Serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah,” katanya.
Tim Amirul Hajj juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas antara PPIH kloter maupun non-kloter. Menurut Menhaj, hasil evaluasi menunjukkan petugas haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa layanan yang lebih baik.
Karena itu standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas akan menjadi salah satu fokus pembenahan ke depan.
Di bidang kesehatan, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istitha'ah kesehatan, sistem penanganan jamaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan.
Baca juga: Menhaj tekankan pentingnya persiapan matang hadapi fase Armuzna
Menurut Menhaj, aspek kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan haji tahun depan.
"Kami ingin memastikan bahwa jamaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istitha'ah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman," ujarnya.
Selain itu rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menhaj mengungkapkan otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jamah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia. Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” kata Menhaj Irfan.
Baca juga: Menhaj pimpin kedatangan Amirul Hajj gelombang kedua di Arab Saudi
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.