jumlah peminat UM-PTKIN UIN Sunan Kalijaga pada tahun akademik 2026 mencapai 10.544 orang, dengan jumlah pendaftar 6.936 orang.
Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) RI menyatakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) Tahun 2026.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno dalam arahannya pada pembukaan SSE UM PTKIN 2026 melalui Zoom Meeting dipantau dari UIN Yogyakarta, Senin, menekankan pentingnya kesiapan PTKIN dalam menghadirkan layanan seleksi yang responsif, ramah.
"Dan juga berpihak pada kenyamanan calon mahasiswa baru, seiring meningkatnya jumlah peminat dan peserta registrasi ujian masuk PTKIN," katanya.
Menurut Amin, keterlibatan langsung pimpinan universitas atau kampus dalam menyapa serta mengawal proses seleksi calon mahasiswa merupakan bentuk komitmen PTKIN untuk menghadirkan layanan yang humanis.
"Dalam konteks ini, UM-PTKIN bukan hanya menjadi ruang untuk menyeleksi calon mahasiswa, tetapi juga momentum bagi perguruan tinggi untuk menunjukkan kualitas pelayanan, kesiapan sistem, dan budaya akademik yang ramah bagi peserta," kata Amin.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Mochamad Sodik, mengatakan jumlah peminat UM-PTKIN UIN Sunan Kalijaga pada tahun akademik 2026 mencapai 10.544 orang, dengan jumlah pendaftar 6.936 orang.
"Untuk kuota penerimaan melalui jalur UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga sebanyak 1.458 mahasiswa. Sementara, jumlah peserta yang memilih UIN Sunan Kalijaga sebagai titik lokasi ujian tercatat sebanyak 1.648 orang," katanya.
Menurut Sodik, angka jumlah peminat masuk PTKIN ini perlu dipahami dalam konteks Yogyakarta sebagai kawasan pendidikan tinggi Islam yang memiliki beberapa titik lokasi ujian dengan jarak yang relatif berdekatan.
"Jumlah peserta di titik lokasi UIN Sunan Kalijaga menunjukkan posisi penting kampus ini sebagai salah satu simpul pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 di Yogyakarta, didukung akses yang strategis serta kesiapan fasilitas dan layanan ujian yang memadai," katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Sunan Kalijaga Istiningsih mengatakan, pelaksanaan SSE UM-PTKIN di UIN Sunan Kalijaga dilakukan sesuai regulasi, termasuk seluruh kebutuhan teknis, mulai dari komputer, jaringan, pengawas, hingga kesiapan ruang ujian, telah dipersiapkan secara matang.
Dia mengatakan, kampus juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan peserta dapat mengikuti ujian dengan lebih nyaman, seperti layanan kesehatan, kantin, keamanan, transportasi, serta berbagai kebutuhan untuk membantu peserta seleksi selama berada di lingkungan kampus.
"Segala sesuatu yang dapat meringankan peserta sudah disiapkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan tes ini berjalan lancar, tertib, adil, dan tidak ada pihak yang mengalami kesulitan," kata Istiningsih.
Guna menjaga kualitas pelaksanaan ujian, UIN Sunan Kalijaga juga menggelar briefing bersama para pengawas, guna antisipasi berbagai isu yang berkembang secara nasional, termasuk potensi perjokian dan penyalahgunaan teknologi informasi yang dapat mengganggu integritas seleksi.
Baca juga: Kemenag tetapkan sembilan Madrasah terbaik dan Unggulan nasional
Baca juga: Dirjen Pendis Kemenag RI: Ekoteologi harus menjadi budaya madrasah
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.