Jadi kepada semua masyarakat mohon tidak panik dan tidak ketakutan, karena masa krisisnya sudah lewat ya. Ketinggian gelombang yang terpantau hanya 30 centimeter

Tarakan, Kaltara (ANTARA) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), resmi mengakhiri peringatan dini tsunami di wilayah Kota Tarakan akibat gempa tektonik 7,7 magnitudo di Mindanao, Filipina, Senin pagi.

“Pernyataan dini tsunami yang disampaikan tadi pagi pada pukul 11.15 WITA secara resmi telah diakhiri,” ujar Kepala BMKG Kota Tarakan M. Sulam Khilmi pada Senin siang.

Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, kata dia, masyarakat dipersilakan kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.

Sulam Khilmi mengatakan pihaknya pada pagi telah menyampaikan ada potensi terjadi tsunami di beberapa wilayah di Provinsi Kaltara, termasuk di Kota Tarakan. Namun, kata dia, potensi ketinggian tsunaminya antara 0-0,5 meter atau hanya paling tinggi 50 centimeter.

Baca juga: Tsunami kecil terpantau di Jepang usai gempa Filipina

“Kami dengan teman-teman dari BPBD, Basarnas, dan pihak kepolisian, sudah siaga di Pantai Amal dari pagi tadi pukul 9 memantau kondisi gelombang pantai dan kami memantau ketinggian gelombang tadi hanya 30 centimeter,” ungkapnya.

Dia berpesan agar masyarakat tidak mempercayai berita-berita yang menyampaikan bahwa ada gelombang yang tinggi di wilayah pesisir Kaltara. Karena memang, kata dia, hal itu tidak terjadi. Selain itu Kaltara juga cukup jauh dari titik gempa yang kurang lebih 200 kilometer.

Memang, lanjutnya, di beberapa tempat di Kalimantan Timur dan Kaltara ada terjadi gelombang tsunami, tapi pada tingkatan paling rendah.

“Gelombang tsunami ada beberapa tingkatan dan di Kaltara itu tingkatan yang paling rendah di bawah satu meter, tepatnya hanya 30 sentimeter yang terjadi di Pantai Amal,” ujarnya.

Baca juga: Delapan wilayah Sulawesi Utara masih siaga tsunami

Untuk itu ia meminta masyarakat menyampaikan kepada keluarga dan saudara-saudara serta lingkungan masing-masing bahwa tidak ada gelombang yang tinggi, hanya 30 centimeter.

“Jadi kepada semua masyarakat mohon tidak panik dan tidak ketakutan, karena masa krisisnya sudah lewat ya. Ketinggian gelombang yang terpantau hanya 30 centimeter,” katanya.

Kepala Kantor SAR Kota Tarakan Syahril mengatakan dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, maka ia dan anggotanya kembali ke markas dan tetap siaga.

“Kami mengakhiri tugas di lapangan dan kembali ke kantor. Tetapi kami juga terus memantau perkembangan dari BMKG apabila ada informasi perkembangan terbaru berkaitan dengan gempa atau peringatan tsunami, kami akan kembali melaksanakan tugas ke lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Gempa Filipina tewaskan 19 orang, lukai ratusan lainnya

Pewarta: Agus Salam
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.