Sekolah Rakyat harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi..
Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyatakan tidak akan mentoleransi serta akan menindak tegas setiap pelaku perundungan di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Ada tiga hal yang tidak boleh dilakukan di Sekolah Rakyat yakni perundungan, kekerasan seksual dan fisik serta intoleransi,” kata Mensos di sela-sela kegiatan open house sekolah rakyat untuk orang tua dan calon siswa sekolah rakyat yang dipusatkan di Sekolah Rakyat Menengah Atas I Aceh Besar, Sentra Darussa’adah Provinsi Aceh, di Aceh Besar, Senin.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat harus menjadi lingkungan yang aman, nyaman dan bebas dari perundungan, kekerasan seksual dan intoleransi.
“Jika ada yang terlibat dalam tiga hal yang tidak boleh dilakukan di Sekolah Rakyat, kami tidak akan segan-segan memberhentikannya,” kata Saifullah Yusu.
Karena itu, ia mengajak seluruh guru dan yang terlibat dalam pelaksanaan sekolah rakyat dapat benar-benar menjaga agar ketiga hal tersebut tidak terjadi di lingkungan Sekolah Rakyat.
Saifullah Yusu menambahkan Sekolah Rakyat merupakan gagasan dan program strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan kesempatan bagi keluarga kurang mampu atau yang belum sejahtera untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
Sekolah Rakyat merupakan bagian dari pemerintah hadir untuk memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Atas I Aceh Besar, Sentra Darussa’adah Provinsi Aceh, Mensos turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Aceh Besar Muharram Idris.
Baca juga: KemenHAM perkuat edukasi HAM cegah perundungan siswa SD
Baca juga: Paparkan sejumlah pemicu, Mendikdasmen: Ranking ikut picu perundungan
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.