Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan dari udara

Meulaboh (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini masih terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Aceh Barat sebagai upaya mempermudah pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di daerah ini.

“Mengingat sulitnya akses darat, BPBD Aceh Barat bersinergi dengan BNPB untuk memaksimalkan penanganan dari udara,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah di Aceh Barat, Senin.

Ia menyebutkan OMC telah dilaksanakan pada Kamis (4/6) dan Sabtu (6/6) lalu.

OMC, lanjut dia, dapat meningkatkan intensitas curah hujan sehingga karhutla yang saat ini sudah mencapai 10 hektare dapat segera teratasi.

Baca juga: BPBD: 29,1 hektare lahan terbakar di Aceh Barat

Ia mengatakan upaya pemadaman yang efektif perlu dilakukan dengan intervensi percepatan pembasahan lahan (rewetting) secara masif, guna mematikan bara api di kedalaman gambut yang tidak terjangkau semprotan air manual.

Selain itu, kata dia, dampak dari bencana karhutla yang telah terjadi hampir sepekan belakangan ini juga telah mengakibatkan adanya kabut asap dan mengancam gangguan kesehatan masyarakat di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, dan sekitarnya.

Pihaknya berharap dengan adanya OMC, sebaran api tidak semakin meluas, mengingat saat ini di wilayah Kabupaten Aceh Barat sudah lama tidak diguyur hujan.

Baca juga: BNPB: Sebaran karhutla masih melanda dua kabupaten di Aceh

Teuku Ronald Nehdiansyah mengatakan hingga saat ini upaya pemadaman melalui jalur darat masih terus dilakukan, dengan melibatkan tim gabungan meliputi personel BPBD Aceh Barat, Kodim 0105 Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Pos Damkar Woyla, Koramil, Polsek, KPH IV Wilayah Aceh, mahasiswa UKM PK UTU Meulaboh, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Selain itu minimnya sumber air dan jarak lokasi pemadaman yang cukup jauh dari jalur transportasi, sehingga menyulitkan dalam pendistribusian peralatan pemadaman.

“Situasi saat ini memerlukan intervensi teknologi melalui OMC, agar kebakaran lahan tidak meluas, dan tidak menjadi bencana kabut di lingkungan masyarakat,” kata Teuku Ronald.

Baca juga: BPBD kerahkan 15 personel padamkan karhutla di Aceh Barat

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.