Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Timur melalui Suku Dinas Bina Marga menuntaskan perbaikan Jembatan Pule di Jalan Pule, Ciracas, yang sempat amblas pada April 2026.
"Hari ini kita bersyukur berkat kecepatan dan ketanggapan jajaran Sudin Bina Marga Jakarta Timur sehingga pekerjaan jembatan ini dapat diselesaikan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur Fauzi di Ciracas, Jakarta Timur, Senin.
Menurut Fauzi, keberadaan Jembatan Pule memiliki peran penting sebagai jalur alternatif yang menghubungkan warga Kelurahan Ciracas dan Kampung Rambutan.
Oleh karena itu, selain memperbaiki infrastruktur, Fauzi meminta kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Selain itu, Jembatan Pule merupakan akses alternatif yang paling dekat dan mudah digunakan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Oleh sebab itu, kondisi jembatan yang aman dan layak menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat sekitar.
"Saya berharap warga tidak hanya memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun pemerintah, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab untuk merawatnya agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Fauzi.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Benhard Hutajulu menjelaskan perbaikan Jembatan Pule telah rampung sejak 16 Mei 2026.
Dalam proses rehabilitasi, pihaknya tidak hanya memperkuat struktur jembatan yang mengalami kerusakan, tetapi juga meningkatkan ketinggian konstruksi sekitar 50 sentimeter.
Peninggian konstruksi tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran air di bawah jembatan sehingga dapat mengurangi risiko gangguan pada struktur bangunan di masa mendatang.
Meski demikian, Benhard mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kapasitas jembatan.
Dia meminta kendaraan bertonase besar tidak melintasi jalur tersebut karena Jembatan Pule dirancang sebagai akses alternatif lingkungan.
"Kami mengimbau kendaraan berat agar menggunakan jalan utama. Untuk kendaraan yang melebihi kapasitas truk engkel sebaiknya melalui Jalan Tanah Merdeka atau jalur lainnya. Ini penting agar jembatan tetap awet dan dapat digunakan masyarakat dalam waktu lama," jelas Benhard.
Apalagi, Jembatan Pule menjadi akses vital bagi warga yang berpergian antara Ciracas dan Rambutan.
Kerusakan akibat beban berlebih dikhawatirkan dapat mengganggu mobilitas masyarakat yang setiap hari mengandalkan jalur tersebut.
Dengan kembali berfungsinya Jembatan Pule, Benhard berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin dalam menjaga fasilitas publik.
Baca juga: Jaktim targetkan perbaikan jembatan amblas di Ciracas rampung sebulan
Baca juga: Pemkot Jaktim kebut perbaikan jembatan amblas di Ciracas
Baca juga: Jalan ditutup kembali imbas dua lubang besar di Jembatan Cipayung
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.