Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur sekolah dengan memilih perjalanan wisata yang bermakna bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar atau menempuh perjalanan jauh.
Dalam acara peringatan satu dekade Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) sekaligus pembukaan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday & Back to School 2026 di Jakarta, Senin, Ni Luh mengatakan pemerintah terus mendorong pola berwisata yang lebih relevan dengan kebutuhan keluarga masa kini.
“Pendekatan ini membuka perspektif baru bahwa liburan yang bermakna itu tidak selalu harus dilakukan di tempat yang jauh atau dengan biaya yang besar,” katanya.
Baca juga: Kota-kota di Indonesia yang gemar dikunjungi oleh wisatawan asing
Ia menjelaskan, melalui kampanye “Liburan Cara Baru”, Kementerian Pariwisata menawarkan berbagai pilihan perjalanan yang dapat dijangkau masyarakat, mulai dari short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga pengalaman budaya dan kuliner lokal.
Menurut dia, destinasi yang dekat dan sederhana tetap mampu menghadirkan pengalaman berkesan serta menciptakan cerita baru bagi keluarga.
Karena itu, masyarakat tidak perlu selalu menjadikan perjalanan jarak jauh sebagai ukuran keberhasilan sebuah liburan.
Baca juga: Menpar tekankan pentingnya peningkatan layanan wisata gastronomi
Ni Luh menuturkan Indonesia memiliki lebih dari 6.000 desa wisata yang tersebar di berbagai daerah dan dapat menjadi alternatif tujuan selama masa liburan sekolah.
Keberadaan desa wisata tersebut dinilai mampu menghadirkan pengalaman autentik sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Untuk mendukung mobilitas masyarakat, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif transportasi berupa diskon tiket kereta api, angkutan laut, penyeberangan, serta penerbangan yang berlaku hingga awal Juli 2026.
Baca juga: Mentrans Iftitah ajak Dubes China keliling kawasan transmigrasi
Selain itu, Kementerian Pariwisata menghadirkan asisten perjalanan digital berbasis kecerdasan buatan bernama MaiA.
Teknologi tersebut dapat membantu wisatawan menyusun rencana perjalanan sesuai kebutuhan, termasuk mencari rekomendasi destinasi, aktivitas, hingga produk unggulan daerah
Ia menegaskan bahwa perjalanan wisata tidak hanya bertujuan mengunjungi tempat-tempat populer, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan keluarga, mengenal kekayaan budaya Indonesia, dan menggerakkan perekonomian daerah melalui peningkatan konsumsi domestik di berbagai destinasi wisata.
"Kemudahan akses informasi dan dukungan transportasi dapat mendorong masyarakat lebih banyak berwisata di dalam negeri selama musim liburan sekolah," ujarnya.
Baca juga: Menpar ingin ajang BBTF tarik minat wisatawan jelajahi Indonesia
Baca juga: Kegiatan wisata yang ingin dilakukan turis saat mengunjungi Indonesia
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.