Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung perluasan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal berbasis pengalaman menjadi produk kreatif yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus tempat bersosialisasi.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pengembangan IP lokal tidak harus selalu dalam bentuk pelatihan talenta atau konten digital saja namun juga bisa melalui penciptaan ruang pengalaman yang inovatif, imersif, dan bernilai ekonomi.

“Ketika industri kreatif lokal mampu menerjemahkan kreativitas menjadi ruang fisik imersif seperti ini, kita tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru, tetapi juga membangun tempat di mana generasi masa depan kita bisa tumbuh tangguh dan adaptif,” kata Riefky dalam kunjungannya ke pembukaan Wonderlab di Senayan City, Jakarta, Senin.

Baca juga: Kemenekraf sambut hangat penyelenggaraan Main Event PMGO 2026

Ia mengatakan Wonderlab merupakan IP milik 100 persen orang Indonesia dan bisa menjadi model bisnis yang dikembangkan dalam industri ekonomi kreatif dan menjadi salah satu arah pengembangan produk ekraf Indonesia di masa depan.

Riefky juga mengatakan, Wonderlab bisa menjadi sarana menyalurkan aktivitas fisik anak dengan pengalaman imersif dan menjadi ruang kreativitas bagi anak-anak yang ingin bereksplorasi.

“Ini tidak hanya playground tetapi juga melatih fisik, kemudian juga experience dan kegiatan-kegiatan yang membuat anak lebih bisa bergerak dan beraktivitas, safety-nya baik, tempatnya nyaman, kemudian juga ada IP karakter yang juga ditampilkan,” kata Riefky.​​​​​​​

Baca juga: Kemenekraf: Seni budaya perkuat ekosistem ekonomi kreatif

Wonderlab merupakan destinasi edukasi fisik dan bermain imersif pertama di Indonesia yang menghadirkan pendekatan baru dalam mendukung tumbuh kembang anak dan praremaja secara menyeluruh.

Berbagai fasilitas dihadirkan, mulai dari zona petualangan imersif, Wonder Class multidisiplin untuk anak usia 1–8 tahun, hingga kolam bola interaktif berisi 320.000 bola yang menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta.

Mengusung filosofi ‘mens sana in corpore sano’, Wonderlab memadukan teknologi projection mapping dan aktivitas gerak untuk membangun kepercayaan diri serta kemampuan anak menghadapi tantangan melalui pengalaman bermain.

Baca juga: Kemenekraf fasilitasi kolaborasi pengembangan IP animasi parenting

Destinasi yang dikembangkan PT Wonder World Entertainment ini mengintegrasikan teknologi mekatronik dan desain multisensori untuk mendorong aktivitas fisik, ketangguhan mental, serta kemampuan kognitif generasi muda.​​​​​​​

CEO Genexyz Belinda Luis mengatakan Wonderlab berupaya menghadirkan keseimbangan antara perkembangan akademik dengan perkembangan fisik yang membentuk karakter anak.

“Wonderlab hadir untuk mengembalikan keseimbangan itu, sebuah ruang di mana anak dan praremaja bisa bergerak, berpikir, mencoba, bahkan gagal lalu mencoba lagi, dan tumbuh menjadi pribadi yang berani, tangguh, adaptif, dengan rasa ingin tahu yang tinggi," ujar Belinda.

Baca juga: Menekraf nilai seni rupa jadi kekuatan Indonesia di kancah global

Baca juga: Anggota DPR: Pertumbuhan sektor ekraf harus didukung ekosistem sehat

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.