Kita harus mengembalikan budaya hidup sehat, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mens sana in corpore sano
Yogyakarta (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak seluruh perempuan di Gunungkidul untuk melawan budaya mager (males gerak) dan membiasakan diri dengan olahraga untuk menjaga kebugaran dan kesehatan badan maupun jiwa.
"Bangun tidur sekarang banyak yang langsung memegang HP dan scrolling TikTok hingga berjam-jam," kata Bupati Endah di Yogyakarta, Senin.
Menurutnya, kebiasaan bermain gawai dengan porsi waktu yang berlebihan mulai menjadi budaya yang perlu diwaspadai.
Biasanya, lanjut dia, orang yang bermain gawai lupa waktu dan olahraga karena hanya rebahan atau bermalas-malasan di tempat tidur atau kursi.
Baca juga: Kemenkes: Remaja Indonesia banyak "mager" dan kurang aktivitas fisik
"Kita harus mengembalikan budaya hidup sehat, karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, mens sana in corpore sano," ucap Bupati Endah.
Bupati Gunungkidul itu juga telah mengukuhkan dan melantik Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Indonesia (Perwosi) tingkat Kapanewon se-Kabupaten Gunungkidul masa bakti 2026-2030 di Kompleks Pemkab Gunungkidul, Minggu (7/6).
Agenda tersebut, lanjut Endah, merupakan salah satu upaya untuk mendorong perempuan hidup sehat.
"Melalui Perwosi, kita tidak hanya mendorong perempuan untuk hidup sehat, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya keluarga yang sehat, masyarakat yang kuat, dan generasi yang berkualitas," kata Endah.
Baca juga: Jangan "mager", hindari gagal jantung
Menurutnya, Perwosi dapat menjadi wadah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Gunungkidul, khususnya perempuan yang memiliki peran strategis dalam membangun bangsa.
"Pemikiran Bung Karno dalam buku Sarinah, persoalan perempuan adalah persoalan masyarakat dan negara yang sangat penting," ucap Bupati Endah.
Ia berharap Perwosi dapat menyesuaikan perkembangan zaman dan tantangan modernitas.
Setidaknya, kata Endah, pengurus Perwosi bisa aktif mengampanyekan budaya gerak badan guna memerangi kecenderungan mager.
"Seluruh penewu Gunungkidul dapat memberikan dukungan penuh terhadap program-program Perwosi di wilayah masing-masing," kata Bupati Endah Subekti Kuntariningsih.
Baca juga: "Mager" bisa picu kanker kolorektal di usia muda
Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.