Moscow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper berbicara tentang cancel culture atau "budaya pembatalan" dalam kebijakan luar negeri, dan menyerukan komunikasi dengan sejumlah negara seperti China dan India.
"Saya merasa ada pendekatan dari sejumlah pihak lain di Inggris yang menyerupai budaya pembatalan dalam kebijakan luar negeri, yakni tidak mau berbicara dengan negara lain," kata Cooper dalam wawancara dengan surat kabar The Sun, mengomentari kunjungannya baru-baru ini ke China dan India.
"Saya pikir pendekatan itu keliru. Itu merupakan pendekatan yang sangat buruk dalam hubungan luar negeri, dan tidak mewakili kepentingan Inggris," kata dia.
Cooper mencatat bahwa Partai Konservatif dan partai sayap kanan Reformasi Inggris menentang dialog dengan China. Sementara Partai Hijau mengkritik hubungan dekat dengan India, dan Demokrat Liberal menentang kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat.
Pada awal Juni, saat berkunjung ke China, Cooper membahas pembukaan Selat Hormuz dan Ukraina dengan Menlu China, Wang Yi.
Dia mencatat bahwa London perlu terus menjalin komunikasi dengan Beijing, dan tetap berpegang kepada nilai-nilai yang dianut Inggris.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Xi Jinping disambut meriah di Pyongyang
Penerjemah: Katriana
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.