Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama ekonomi di bidang investasi, ekonomi digital, hingga energi hijau.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, Airlangga mengatakan kerja sama itu dilakukan di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) yang menjadi salah satu fokus utama kolaborasi ekonomi kedua negara.

“Kerja sama di BBK pada 2025 mencatat investasi sebesar 5,7 miliar dolar AS dan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dikatakannya, komitmen kerja sama Indonesia dan Singapura tersebut telah ditegaskan dalam Pertemuan Menteri ke-16 Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting (6WG MM) yang digelar di Jakarta, Senin (9/6).

Baca juga: Kemkomdigi: 90 persen trafik internet RI masih lewat Singapura

Pertemuan itu dipimpin bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Singapura merangkap Menteri Perdagangan dan Industri Gan Kim Yong.

Airlangga mengatakan, pengembangan kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) Batam juga terus diperluas dengan cakupan wilayah yang bertambah dari delapan menjadi 22 pulau. Selain itu, Nongsa Digital Park akan terus dikembangkan untuk mendukung ekspansi ekonomi digital.

Di sektor industri, Airlangga menyampaikan pengembangan tahap kedua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal akan diperluas sekitar 1.000 hektare guna mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara pada sektor ekonomi hijau, kedua negara mencatat kemajuan melalui pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hasil kerja sama Sembcorp dan PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.