Jakarta (ANTARA) - Jenama teknologi asal Jepang, Nintendo, menghadapi denda senilai 35 juta euro (sekitar Rp729 miliar) di Prancis akibat masalah Joy-Con Drift yang dikenal menjadi gangguan umum pada produk Nintendo Switch generasi pertama.

Perusahaan akhirnya menyelesaikan perselisihan tersebut dengan membayar denda kepada Badan Perlindungan Konsumen di Prancis (DGCCRF).

Mengutip Gizmochina, Selasa, awalnya lembaga otoritas di Prancis menuduh Nintendo melakukan praktik komersial yang menyesatkan dan perencanaan keusangan produk.

Baca juga: Sosok di balik gim populer Nintendo Takashi Tezuka akan pensiun

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, Nintendo sebenarnya tahu bahwa para konsumen menghadapi masalah Joy-Con Drift.

Joy-Con Drift merupakan kondisi saat stik analog pada Joy-Con mendeteksi gerakan meski tidak disentuh penggunanya.

Ketika gerakan ini terjadi, pengguna mengalami kesulitan untuk mengendalikan karakter dalam gim atau melakukan bidikan tembakan pada gim.

Masalah ini telah diketahui oleh Nintendo sejak 2018 namun perusahaan gagal memberi tahu para konsumennya dengan benar hingga 2020.

Baca juga: Nintendo naikkan harga konsol Switch 2 mulai bulan September

Karena kelalaian tersebut, banyak pengguna produk Switch yang membeli kontroler pengganti tanpa mengetahui tersedianya program perbaikan gratis tersedia dari Nintendo.

Meski akhirnya gugatan ini diselesaikan dengan pembayaran denda senilai Rp729 miliar, Nintendo teguh pada pendiriannya.

Mereka memberikan pernyataan kepada media lokal Prancis Le Monde bahwa Nintendo tidak pernah menyesatkan pembeli.

Baca juga: Nintendo luncurkan paket konsol Switch 2 Mario Galaxy edisi terbatas

Denda yang dibayarkan bukan pengakuan bersalah dan hanya mencerminkan penyelesaian damai dari proses hukum.

Masalah Joy-Con drift sebenarnya adalah kecacatan dari perangkat keras yang menjadi ciri khas Switch generasi pertama dan membuat frustrasi 155 juta penggunanya.

Investigasi oleh kelompok konsumen sebelumnya mengaitkan masalah ini dengan cacat desain mendasar, khususnya keausan cepat pada papan sirkuit plastik slider joystick.

Baca juga: Nintendo gugat pemerintah Amerika Serikat karena kebijakan tarif impor

Meskipun Nintendo diam-diam merevisi model Joy-Con selanjutnya untuk mengurangi keausan, secara historis mereka menghindari pembahasan perubahan perangkat keras yang tepat.

Untungnya bagi para pemain saat ini, perusahaan tampaknya telah belajar dari kesalahan perangkat keras tersebut. Switch 2 telah berada di pasaran selama setahun sekarang, dan sejauh ini, belum ada laporan luas tentang masalah drift yang ditakuti kembali ke konsol terbaru Nintendo.

Baca juga: Harga Nintendo Switch 2 berpotensi naik akibat kelangkaan memori

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.