New York (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani dalam dua hingga tiga hari ke depan.
“Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan (Iran) memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Dan selat itu (Hormuz) akan dibuka kembali segera. Selat itu akan dibuka segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” kata Trump kepada para wartawan.
Ketika diminta memperjelas pernyataannya, Trump menegaskan bahwa yang dimaksud adalah “dua atau tiga hari”, bukan beberapa pekan.
“Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sejujurnya, kami seharusnya bisa menyelesaikannya dalam satu jam jika memang mau. Saya pikir kami sangat dekat dengan kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan penting,” tambah presiden AS tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.
Saat ini, proses negosiasi antara Iran dan AS masih berlangsung. Upaya terbaru difokuskan pada penyelesaian rancangan memorandum kesepahaman sebagai kerangka dasar kesepakatan. Di saat yang sama, kedua pihak masih sesekali saling melancarkan serangan terbatas secara terpisah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Trump: Israel bisa bertempur sendiri jika perang dengan Iran berlanjut
Baca juga: Trump klaim AS akan raih "kemenangan total" atas Iran
Baca juga: Trump: Israel tidak akan tingkatkan konflik dengan Iran
Penerjemah: Primayanti
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.