Batam (ANTARA) - Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyebut bahwa Batam, Kepulauan Riau (Kepri) tengah disiapkan menjadi salah satu pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) atau perawatan pesawat nasional di Indonesia.
Sekretariat Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Rustam Efendi mengatakan konsep hub MRO bertujuan untuk memperkuat industri aviasi dan mendukung konektivitas.
“Prioritasnya menjadikan beberapa tempat sebagai hub MRO. Di antaranya Batam, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Untuk membangun hub itu konektivitas menjadi penting, bagaimana mengintegrasikan pelabuhan laut dengan pelabuhan udara dan pusat-pusat industri termasuk MRO,” ujarnya dalam "Indonesia MRO Summit" (IMROS) di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan, Kementerian Koordinator Infrastruktur berperan mengkoordinasikan berbagai kebijakan lintas sektor guna memastikan arus barang dan logistik berjalan lebih efisien.
Baca juga: PTDI dan BAT kolaborasi cetak SDM MRO berbasis AI dan robotik
Salah satunya melalui penguatan National Logistics Ecosystem (NLE), digitalisasi pelabuhan, hingga optimalisasi layanan di bandara.
“Kalau di Kepri, tugas Kemenko Infra yakni mendukung upaya yang sudah dilakukan Kementerian dan Lembaga teknis, agar menciptakan aksesibilitas dan konektivitas yang efektif dan efisien,” kata Rustam.
Sementara itu, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan Sokhib Al Rokhman mengatakan penguatan industri MRO dalam negeri bertujuan meningkatkan keselamatan penerbangan sekaligus menjaga daya saing industri aviasi nasional.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menekan biaya perawatan pesawat, termasuk membebaskan sejumlah pembatasan impor komponen pesawat dan mendorong kebijakan bea masuk nol persen untuk komponen tertentu.
Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.