Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan bagi 551 pelajar SMA dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk tahun anggaran 2026.

Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Malang Achmad Sholeh, di Kota Malang, Selasa, mengatakan, pemberian bantuan beasiswa bagi ratusan penerima manfaat dilakukan setiap tiga bulan sekali.

"Penyaluran beasiswa per tiga bulan sekali, untuk yang awal 2026 sudah dilakukan pada tiga bulan pertama. Rincian penerimanya adalah 210 pelajar SMA dan 341 mahasiswa," kata Sholeh.

Pemerintah daerah setempat pada 2026 mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,3 miliar untuk menjalankan program tersebut.

Para penerima manfaat harus berstatus sebagai warga Kota Malang yang ditunjukkan dengan kartu keluarga (KK). Kemudian, mereka juga harus memiliki rekam jejak prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Baca juga: Beasiswa SMA/SMK swasta wujudkan Jatim cerdas dan tekan putus sekolah

"Setiap tahun Pemkot Malang melakukan pemutakhiran data guna mencari anak-anak dari keluarga tidak mampu yang diproyeksikan menjadi penerima bantuan pendidikan tersebut," ujarnya.

Pelajar atau mahasiswa yang sudah lulus, kata dia, datanya akan digantikan oleh nama-nama baru.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya hanya memiliki kewenangan dalam mengampu pelaksanaan program itu bagi jenjang SMA dan perguruan tinggi. Sedangkan SD dan SMP menjadi wewenang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang.

"Untuk SMA itu mendapatkan Rp440 ribu, kalau perguruan tinggi Rp2 juta," ujar dia.

Sholeh mengemukakan bahwa jumlah penerima beasiswa pada tahun ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan periode 2025 yang mencapai 582 orang.

Penurunan angka penerima menyesuaikan pada ketersediaan anggaran yang ada setelah pemangkasan anggaran transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Gubernur Jatim ajak masyarakat manfaatkan beasiswa LPDP-KCL

"Pada 2025 anggaran untuk 582 orang sekitar Rp8,2 miliar. Jadi, yang utama itu karena (pemangkasan) TKD hampir Rp300 miliar lebih terus di Bagian Kesra berkurang hampir Rp2 miliar," ucapnya.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.