Jakarta (ANTARA) - Ekonom Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Sakti Arif Wicaksono menyampaikan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kisaran 4,9-5,7 persen dengan laju inflasi tetap terkendali pada 2026, sehingga berpotensi menarik investasi dari dalam dan luar negeri.
"Perkembangan makro ekonomi Jakarta bisa menjadi salah satu potensi untuk bagaimana investasi dari dalam dan luar negeri bisa terus berlanjut di tahun 2026 dan di tahun 2027," kata Sakti di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi ibu kota ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang cukup kuat dan beberapa sektor-sektor unggulan yang masih tumbuh cukup tinggi seperti perdagangan, informasi komunikasi, dan penyediaan akomodasi dan makan minum.
Lebih lanjut, investasi di Jakarta relatif cukup tumbuh tinggi pada triwulan I- 2026. Realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp78,7 triliun, atau 15,8 persen dari total investasi seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai kontributor investasi terbesar secara nasional, sekaligus indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dia mengatakan, capaian Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan I-2026 mencapai 1,9 miliar dolar AS, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp26,3 triliun.
"Kepercayaan investor terhadap Jakarta masih cukup besar, sehingga kegiatan Jakarta Investment Festival di tahun 2026, prospeknya cukup besar, kita dapat menjaring investor-investor potensial di luar negeri," kata dia.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menawarkan total potensi investasi sekitar 16,1 miliar dolar AS atau setara Rp271,3 triliun untuk 40 proyek strategis di sembilan sektor dan tujuh pengembangan kawasan tematik melalui JIF 2026.
Adapun JIF 2026 yang memasuki tahun keenam penyelenggaraan, merupakan kegiatan forum bisnis tahunan yang diselenggarakan Pemprov DKI.
Forum tersebut tahun ini mengangkat tema "Advancing Today, Securing Tomorrow". Seperti tahun-tahun sebelumnya, JIF mempertemukan berbagai pemangku kebijakan seperti pemerintah, pelaku usaha, inovator, investor lokal maupun global.
Baca juga: DKI tawarkan proyek investasi senilai Rp271,3 triliun di JIF 2026
Baca juga: Jakarta unggulkan ketahanan kota untuk tarik investor
Baca juga: DKI diminta perkuat investasi antisipasi dampak gejolak global
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.