Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terdampak perubahan iklim karena sistem kekebalan tubuh dan organ pernapasan mereka masih dalam tahap perkembangan.
Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) IDAI Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes mengatakan paparan polusi udara, perubahan suhu, serta memburuknya kualitas lingkungan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit pada anak.
"Anak menjadi rentan pada polutan karena saluran udaranya lebih sempit, masih belum matang, kemudian sistem imunnya juga baru mulai berproses," kata Riyadi dalam dalam seminar media IDAI untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup, Selasa.
Baca juga: IDAI: Perubahan iklim perluas penyebaran penyakit tropis
Ia menjelaskan anak-anak menghirup udara lebih banyak dibandingkan berat tubuhnya sehingga lebih mudah terpapar partikel polutan yang berbahaya bagi kesehatan. Kondisi tersebut membuat anak lebih rentan mengalami infeksi saluran pernapasan, alergi, hingga asma.
Menurut dia, dampak perubahan iklim terhadap kesehatan anak bahkan dapat dimulai sejak masa kehamilan. Paparan polusi udara dan logam berat berpotensi mengganggu pertumbuhan janin serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada masa awal kehidupan.
"Paparan polusi udara ini bisa memengaruhi perkembangan mulai dari dalam kandungan. Terjadi perhambatan pertumbuhan sejak di dalam janin, gangguan berat badan lahir, hingga meningkatkan risiko infeksi pada tahun-tahun pertama kehidupan," ujarnya.
Baca juga: Gejala yang perlu diwaspadai berisiko infeksi jantung pada anak
Riyadi mengatakan perubahan iklim juga memperbesar risiko penyebaran penyakit infeksi tropis karena perubahan suhu dan pola cuaca menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan vektor penyakit seperti nyamuk.
Selain penyakit infeksi, paparan polusi dalam jangka panjang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh anak sehingga mereka lebih mudah terserang penyakit.
Ia menambahkan kualitas lingkungan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Karena itu, upaya pengendalian polusi, peningkatan sanitasi, dan perlindungan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama.
"Bumi yang sehat artinya kita juga sehat. Semua berperan untuk menjaga lingkungan karena dampaknya langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak," kata Riyadi.
Baca juga: Infeksi jantung pada anak berisiko memicu komplikasi
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.