Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 2.706 kepala keluarga (KK) penyintas banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) saat ini sudah berada dalam pendampingan penuh oleh petugas gabungan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait langsung bersiaga di lokasi terdampak sejak banjir merendam kawasan tersebut pada Senin (8/6).

Baca juga: Banjir Langkat, Dokter Afriza bantu persalinan bayi kembar di ambulans

"Petugas di lapangan terus memantau situasi dan melakukan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk mengantisipasi segala kebutuhan," kata dia.

Banjir yang melanda Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban tersebut sebelumnya dipicu oleh tingginya intensitas hujan, dan saluran drainase maupun aliran sungai air meluap hingga menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian sekitar 50 - 80 sentimeter.

Abdul menjelaskan bahwa pendampingan dari petugas gabungan di lokasi untuk memastikan keselamatan warga, mengingat besarnya jumlah kepala keluarga yang terdampak.

Kondisi banjir di kawasan pemukiman warga saat ini sudah berangsur surut dan kondisi sudah mulai kondusif sebagaimana berdasarkan laporan terkini dari tim reaksi cepat BPBD di lapangan yang dikonfirmasi Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB.

Baca juga: UPI kirim relawan ke Langkat tangani kesehatan pasca-bencana banjir

Baca juga: TNI bangun jembatan penghubung kecamatan terdampak banjir di Langkat

Meskipun demikian, Abdul memastikan petugas gabungan masih akan berada di lokasi, termasuk bersiaga di sekitar area pesisir dan bantaran sungai untuk memitigasi potensi banjir susulan.

BNPB mengimbau warga penyintas untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas yang berjaga di posko terdekat jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan debit air kembali akibat faktor cuaca.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.