Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Sumatera Utara (Sumut) mencatat 3.406 kepala keluarga terdampak bencana banjir yang melanda Kabupaten Langkat.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan banjir yang melanda kabupaten itu terjadi pada Senin (8/9).
Baca juga: Sungai meluap, 1.078 rumah di Kabupaten Langkat-Sumut terendam banjir
"Berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops Sumut, banjir melanda dua kecamatan," ujar Sri Wahyuni di Medan, Selasa.
Pusdalops mendata banjir yang melanda Kabupaten Langkat yang diakibatkan meluapnya sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi di Kecamatan Batang Serangan dan Kecamatan Padang Tualang.
Kecamatan Batang Serangan menjadi daerah yang paling besar terdampak dengan mencatat 2.706 kepala keluarga. Sedangkan Kecamatan Padang Tualang tercatat 700 kepala keluarga terdampak.
Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan pemerintah setempat dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
Baca juga: Kerugian banjir bandang di Langkat Rp750 juta lebih
Baca juga: Banjir bandang di Kabupaten Langkat hanyutkan pohon kayu
Ia mengatakan pemerintah kabupaten setempat melakukan koordinasi dengan pemangku kebijakan terkait serta memberikan bantuan geobag untuk menahan atau menimbun tanggul sungai.
Selain itu, kata dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak. "Berdasarkan laporan tidak ada jumlah pengungsi, korban luka maupun korban jiwa," ujarnya.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.