Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya mendukung empat langkah Badan Gizi Nasional (BGN) dalam upaya menata ulang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti menyiapkan para ahli kesehatan dan gizi anak dari lingkungan Kemenkes.
Adapun empat langkah itu meliputi memfokuskan ulang atau refocusing penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, pembenahan dapur yang telah beroperasi, serta penyusunan skema baru pelaksanaan MBG di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).
“Silakan siapa pun yang dipilih, kami menyiapkan yang terbaik, silakan Ibu yang memutuskan,” kata Menteri Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama BGN di Jakarta, Selasa.
Baca juga: KPK sedang selidiki korupsi MBG saat Kejagung tahan eks pimpinan BGN
Selain menyiapkan ahli, pihaknya juga menyinergikan konsep, data, serta detail program. Budi pun menyebut bahwa dia mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditetapkan jajaran pimpinan baru BGN.
Dalam kesempatan itu, Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan Kemenkes dalam hal memfokuskan ulang penerima manfaat, sebab fokus sasaran penerima manfaat MBG ke depan adalah kalangan Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (3B), yang menjadi domain isu Kemenkes.
Nanik pun berterima kasih atas apresiasi dan dukungan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beserta seluruh jajarannya kepada BGN.
“Ke depan, Insyaa Allah, kerja sama ini akan terus berlanjut dan semakin erat, dalam upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045,” ujarnya.
Baca juga: BGN: Kantin sekolah jadi alternatif dapur MBG bagian dari efisiensi
Dalam kesempatan itu, dia memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
“Saya merasa senang karena didampingi seorang auditor keuangan yang berpengalaman 36 tahun, dan seorang jenderal yang akan mengawal saya,” kata Nanik.
Nanik pun menegaskan bahwa pimpinan BGN kini lebih bersifat kolektif kolegial. Dirinya sebagai Kepala BGN tidak akan memutuskan berbagai persoalan tanpa persetujuan dua wakilnya.
“Saya hanya sebagai ‘ketua kelas’ saja. Semua akan kami putuskan bersama,” katanya.
Baca juga: Kemenkes bersama BGN sedang tentukan ahli gizi untuk Dewan Pengarah
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.