Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bekerja sama dengan PT BioArk Global asal Singapura untuk budi daya bawang merah varietas Batu setelah keberhasilan panen dan tumbuh di dataran rendah menggunakan pupuk bio-organik berbasis mikroba.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Tangerang, Selasa, mengatakan dari hasil uji coba yang dibudidayakan melalui demplot pertanian di Tangsel, berhasil perdana bawang merah varietas baru.
Keberhasilan budi daya ini menarik perhatian, karena bawang merah selama ini dikenal lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian tertentu. Namun, melalui penggunaan pupuk Arktivate, tanaman bawang merah varietas Batu mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan ukuran umbi yang lebih besar.
Baca juga: Banyuwangi dorong petani budi daya bawang merah semi-organik
"Hasil panen ini menjadi temuan yang menggembirakan bagi pengembangan pertanian perkotaan di Tangerang Selatan. Inovasi teknologi pertanian perlu terus didorong untuk menjawab keterbatasan lahan dan kondisi geografis daerah," ujar Benyamin di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jombang Tangerang Selatan, Selasa.
Wali Kota menuturkan hal lain yang menakjubkan adalah bawang semestinya tidak dapat tumbuh di daerah daratan karena ketinggiannya, namun dengan pupuk tersebut, produksinya bagus sekali serta kuran bawangnya lebih besar.
Melihat hasil yang diperoleh, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT BioArk Global melalui DKP3 untuk mengkaji pemanfaatan pupuk tersebut secara lebih luas.
Apabila hasil uji coba lanjutan terus menunjukkan perkembangan positif, pupuk Arktivate akan diproduksi dalam jumlah lebih besar dan didistribusikan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi bawang merah skala rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
"Bawang itu konsumsi dapur yang cukup banyak, selain cabai dan sebagainya. Kalau berhasil nanti pupuk yang digunakan akan kita produksi cukup banyak dan disebarkan ke masyarakat, sehingga produksinya cukup besar di Tangsel," ucapnya.
"Uji coba saat ini masih difokuskan pada komoditas bawang merah yang umum dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, pengembangan pada komoditas lain, seperti cabai masih akan dikaji lebih lanjut seiring evaluasi hasil yang diperoleh dari demplot," katanya.
Baca juga: Bantul dorong budi daya bawang merah organik
Baca juga: BRIN kembangkan teknologi budi daya bawang merah
CEO PT BioArk Global Edward menjelaskan Arktivate merupakan produk yang dikembangkan di Singapura dengan kandungan mikroba bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas hasil panen. Produk tersebut juga dirancang untuk membantu tanaman menghadapi tantangan perubahan iklim.
Menurut Edward, media tanam yang menggunakan teknologi mikroba tersebut mampu mempertahankan kelembapan tanah hingga 20 persen dan menjaga kandungan nutrisi sekitar 10 persen lebih baik dibandingkan pupuk organik konvensional, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas tanaman.
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.