Jangan sampai hak siar sudah dimiliki negara tetapi dampak ekonomi ikutannya tidak maksimal dirasakan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai penyiaran Piala Dunia 2026 dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah apabila dikemas secara kreatif melalui kegiatan nonton bareng, festival usaha mikro kecil dan menengah, serta promosi sektor pariwisata.
Novita mengatakan Piala Dunia 2026 tidak boleh hanya dipandang sebagai agenda penyiaran televisi, tetapi juga momentum ekonomi yang dapat memberi dampak bagi masyarakat luas.
“Jangan sampai hak siar sudah dimiliki negara tetapi dampak ekonomi ikutannya tidak maksimal dirasakan masyarakat,” kata Novita dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Ia menilai keberhasilan Televisi Republik Indonesia (TVRI) memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 merupakan capaian penting karena membuka akses masyarakat untuk menyaksikan seluruh pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.
Baca juga: Komisi VII DPR: Nobar Piala Dunia jadi ruang penguatan ekonomi rakyat
Novita menyebut TVRI akan menayangkan 104 pertandingan Piala Dunia 2026, meningkat dibanding Piala Dunia 2022 yang menayangkan 64 pertandingan.
Selain itu, TVRI juga mendapat mandat menghadirkan siaran gratis hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ia meminta mandat tersebut diikuti penguatan kampanye publik serta kesiapan teknis di seluruh daerah.
Menurut dia, masih terdapat tantangan akses siaran digital di sejumlah wilayah sehingga perlu memastikan masyarakat dapat menerima siaran TVRI dengan baik.
Baca juga: DPR tekankan kolaborasi LKBN ANTARA dalam sukseskan siaran Piala Dunia
Novita yang juga anggota Komisi VII DPR RI menegaskan akan menjalankan fungsi pengawasan agar penyiaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal, inklusif, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Persiapan harus maksimal karena ini Piala Dunia pertama yang kembali ditayangkan TVRI setelah puluhan tahun. Kualitas siaran, akses publik, dan atmosfer kebanggaan nasional harus terasa,” ujarnya.
Baca juga: Legislator : Siaran Piala Dunia U-17 jadi sarana perkuat peran media
Baca juga: Komisi VII minta lembaga penyiaran perluas promosi siaran Piala Dunia
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.