Samarinda (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk berwisata di Air Panas Asin Pemapak yang airnya bersumber dari resapan karst di Desa Biatan Bapinang, Kabupaten Berau.
"Orang Kaltim tidak perlu lagi pergi ke luar daerah untuk berwisata air panas, cukup berkunjung ke Desa Biantan Bapinangbsaja," ujar Kepala Dispar Kaltim Ririn Sari Dewi di Samarinda, Rabu.
Destinasi berjarak sekitar 120 kilometer dari Tanjung Redeb tersebut menawarkan daya tarik pemandian bersuhu tinggi dengan rasa asin yang khas.
"Air panas ini bukan termal atau vulkanik, melainkan hasil resapan dari batu karst yang menyerap panas, kemudian airnya mengalir dan bermuara di sini," jelasnya.
Ririn mengapresiasi upaya masyarakat kampung setempat dalam mengelola potensi alam ini secara mandiri.
"Pengelolaan yang melibatkan masyarakat lokal menjadi kunci agar sumber daya yang ada sukses dimanfaatkan untuk menggerakkan roda ekonomi desa," ungkap dia.

Baca juga: Pemkab Aceh Timur berkomitmen pulihkan objek wisata air panas
Baca juga: Tingkat kunjungan wisata Guci turun 27,45 persen
Sekretaris Kampung Biatan Bapinang, Septi Eunike menegaskan fenomena air panas dari bentang alam karst ini sangat jarang terjadi.
"Tidak ada gunung berapi di sini, namun muncul karst yang menghasilkan air panas," sebut Septi menambahkan pesona alam di desanya.
Pemerintah Desa Biatan Bapinang telah resmi memberikan izin pengelolaan kawasan ini kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bersama pihak Pokdarwis.
"Meskipun sudah dibuka sejak tahun 2004, pengelolaan baru serius dilakukan tiga tahun terakhir," terang Septi.
Keseriusan pengelolaan pariwisata oleh masyarakat kampung terbukti dari tingkat kunjungan pelancong yang terus meningkat dari berbagai daerah di wilayah Kaltim.
Berdasarkan hasil pendataan aparat desa, kunjungan wisatawan pada hari biasa rutin menembus angka rata-rata 200 hingga 300 orang per harinya.
"Antusiasme masyarakat untuk berlibur terus memuncak pada setiap akhir pekan dengan lonjakan pengunjung yang bisa mencapai angka maksimal 600 orang," jelas Septi.
Demi kenyamanan wisatawan, pihak pengelola desa telah melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas memadai seperti kolam rendaman umum hingga penyewaan tenda.
"Kami juga menyediakan wadah untuk pengunjung VIP yang ingin menikmati suasana lebih privat," tambah Septi.
Baca juga: Wisata Air Panas Darajat Garut ramai wisatawan saat libur Natal
Baca juga: Pemkab Bone Bolango tambah fasilitas objek wisata Lombongo
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.