Kehadiran BPJS Kesehatan membawa harapan besar buat saya dan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit
Manado (ANTARA) - Mujizat (50), warga Kelurahan Tondo Kota Palu, Sulawesi Tengah memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga pulih dari penyakit hipertiroid yang diderita.
"Sejak tiga tahun terakhir saya melakukan pengobatan secara rutin karena didiagnosa mengidap penyakit hipertiroid," kata Mujizat di Kota Palu, Rabu.
Ia mengaku sangat bersyukur karena di tengah keterbatasan ekonomi, program JKN hadir memberikan ketenangan.
“Pada 2023 saya mengalami demam berhari-hari dan ada yang berbeda dengan leher saya, karena kelihatan bengkak. Saya berpikir jika demam saya sudah reda, leher saya juga akan membaik. Tapi ternyata tidak, justru semakin meradang,” cerita Mujizat.
Baca juga: Menkes: Rp20 triliun untuk kelangsungan BPJS Kesehatan tunggu Perpres
Selain demam, ia juga mengalami muntah-muntah, jantung berdebar kencang dan seluruh badan kelihatan kuning, karena kondisi semakin lemah keluarga membawanya ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Umum Anutapura Palu.
“Setelah dirawat beberapa hari dan melalui beberapa pemeriksaan, akhirnya saya didiagnosa mengidap hipertiroid dan jantung. Saya cukup khawatir karena takut akan ada biaya tambahan yang dibayarkan karena saya harus rutin konsumsi obat dan rutin cek darah setiap bulan,” ungkapnya.
Tiga tahun menjalani pengobatan Mujizat tidak pernah mengeluarkan biaya untuk pengobatan dan kondisinya pun kian membaik.
Benjolan di lehernya sudah mengecil, namun berat badannya tetap turun sekalipun nafsu makannya sudah normal.
Baca juga: BPJS Kesehatan perkuat layanan JKN lewat Forum Serasi bersama pengawas
“Kehadiran BPJS Kesehatan membawa harapan besar buat saya dan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Tanpa program ini, saya tidak akan mampu menanggung semua biaya pengobatan saya. Suami saya bekerja sebagai buruh harian lepas, kadang punya pekerjaan, kadang juga tidak. Jadi penghasilannya tidak menentu,” ujar Mujizat.
Ia telah menjadi peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak sepuluh tahun yang lalu.
Mujizat mengaku selalu mendapat perlakuan yang baik selama menjalani pengobatan.
“Saya sangat puas dengan pelayanan di Puskesmas Talise dan Rumah Sakit Umum Anutapura. Selama saya menjalani pengobatan, perawat dan dokter yang menangani semua ramah, memberikan penjelasan yang baik. Jadinya saya juga bersemangat menjalani pengobatan,” katanya menambahkan.
Baca juga: BPJS Kesehatan "Goes to Campus" tumbuhkan kesadaran pentingnya JKN
Menurut dia, menjadi peserta JKN merupakan langkah penting di tengah kesulitan ekonomi dan juga untuk menghadapi risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi.
Mujizat berharap, Program JKN dapat terus hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yaitu untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat dalam hal kesehatan dapat terpenuhi.
Melalui program ini, seluruh masyarakat Indonesia mempunyai hak yang sama untuk memproteksi kesehatan mereka dengan lebih baik serta diharapkan mampu menghilangkan kekhawatiran masyarakat akan kendala biaya kesehatan yang tidak bisa dijangkau.
Baca juga: Persoalan laten program JKN
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.