Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo optimistis pengguna transportasi umum tetap meningkat meski dilakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek, terlebih di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) saat ini.
“Apalagi dengan kenaikan BBM ini, maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar,” kata Pramono di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu.
Dia pun berkomitmen sungguh-sungguh untuk meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum.
Bahkan, kata Pram, sapaan akrab Pramono, saat ini konektivitas transportasi umum di Jakarta sudah mencapai 93 persen.
Jadi, meskipun pengguna transportasi umum masih di bawah 30 persen, Pram meyakini jumlah tersebut bisa meningkat.
“Apalagi, 15 golongan kita gratiskan. Sehingga dengan demikian, di Jakarta ini, hal yang berkaitan dengan transportasi umum sudah sangat baik. Pilihannya juga banyak, apakah itu MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko, dan sebagainya,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Pramono menargetkan jumlah pengguna transportasi umum naik 5 hingga 10 persen setiap tahun.
Kenaikan itu pun diharapkan dapat mengatasi persoalan kemacetan dan polusi di ibu kota.
Selain menggratiskan transportasi umum untuk 15 golongan, Pramono juga berupaya meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum dengan menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 6 Tahun 2025.
Melalui instruksi tersebut, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan untuk menggunakan transportasi umum setiap Rabu.
Baca juga: DKI Jakarta akan gratiskan transportasi hingga tempat wisata pada 27-28 Juni
Baca juga: Pengamat dukung rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek
Baca juga: Pemprov DKI diminta tambah transportasi pengumpan di kawasan permukiman
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.