Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dampak fenomena iklim El Nino moderat hingga kuat tidak akan mengganggu aktivitas sektor pertanian nasional secara signifikan saat Indonesia mulai memasuki musim hujan.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan dalam konferensi pers "Perkembangan Musim Kemarau Indonesia 2026" di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa pengaruh El Nino pada periode basah hanya berupa penurunan akumulasi curah hujan yang relatif sedikit dari kondisi normalnya.

"Kondisi normal klimatologi, itu musim hujan yang terdampak oleh El Nino itu biasanya secara total akumulatif itu cenderung sedikit menurun. Tetapi cenderung menurunnya itu terhadap jumlah yang masih cukup banyak, jadi tidak begitu mengganggu biasanya terhadap aktivitas yang membutuhkan curah hujan banyak seperti pertanian," kata dia.

Ardhasena menjelaskan bahwa meskipun rilis resmi mengenai prediksi komprehensif musim hujan baru akan diterbitkan pada Agustus mendatang, pergerakan pasokan air hujan diproyeksikan mulai membasahi wilayah barat Indonesia secara bertahap sejak bulan Oktober.

Berdasarkan analisis bulanan Direktortat Klimatologi BMKG, sebagian besar wilayah Pulau Sumatera, mulai dari sisi barat hingga kawasan Jambi dan Sumatera Selatan, dipetakan sudah mulai memasuki musim hujan pada Oktober, yang kemudian meluas ke wilayah lain pada November.

Menurut dia, kedatangan musim hujan tersebut dipastikan bakal menjadi momentum pemulihan atau instrumen pelepas (relieve) alami bagi sejumlah daerah di tanah air setelah sempat didera kondisi kering yang panjang sepanjang pertengahan tahun ini.

BMKG dalam hal tersebut memproyeksikan pasokan air hujan akan berada pada tingkat yang cukup melimpah pada akhir tahun, di mana pada bulan Desember intensitas curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sudah masuk dalam kategori menengah hingga tinggi.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau para pelaku sektor pertanian dan pemangku kepentingan terkait untuk tidak panik dan tetap dapat memanfaatkan saluran informasi iklim resmi guna menyusun strategi masa tanam yang optimal.

"Jadi biar cukup jelas, untuk bulan Desember, itu curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia itu cukup tinggi, dari kategori menengah hingga tinggi," kata dia menegaskan.

Baca juga: Kemarau El Nino simpan potensi ekonomi sektor perikanan dan garam

Baca juga: Fasilitas air bersih Pulau Kelapa dipastikan mampu antisipasi El Nino

Baca juga: BMKG: El Nino kurangi intensitas hujan di Jabar sepekan ke depan

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.