Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyapa warga dan mendoakan kesembuhan pasien saat mengunjungi RSUD KH Muhammad Thohir Krui di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu.
Berdasarkan keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) di Jakarta, Rabu, kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Krui yang statusnya meningkat dari rumah sakit tipe D menjadi tipe C.
Sebelum meresmikan rumah sakit, Presiden meninjau sejumlah fasilitas untuk memastikan layanan kesehatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Saat meninjau fasilitas rumah sakit, Presiden juga berdialog dengan dokter dan tenaga kesehatan mengenai pelayanan kepada masyarakat serta kondisi sarana dan prasarana yang tersedia.
Baca juga: Prabowo resmikan RSUD KH Muhammad Thohir di Krui Lampung
Presiden turut menyapa pasien yang sedang menjalani pemeriksaan. Salah satunya seorang ibu yang menggendong bayinya saat berobat.
"Siapa namanya?" tanya Presiden kepada bayi tersebut.
"Keysha," jawab sang ibu.
Baca juga: Prabowo: Distribusi 1.000 alkes bagian modernisasi layanan kesehatan
Presiden kemudian mendoakan kesehatan bayi tersebut. Momen itu disambut hangat oleh keluarga pasien dan warga yang berada di sekitar lokasi.
Selain itu, Presiden juga menyapa seorang lanjut usia yang sedang berkonsultasi dengan dokter dan menanyakan kondisi kesehatannya.
Sejumlah warga yang menunggu pelayanan kesehatan tampak antusias saat Presiden menghampiri mereka. Beberapa warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersalaman, berbincang singkat, dan berswafoto.
Usai memberikan sambutan dan meresmikan rumah sakit, Presiden kembali menyapa warga yang menunggu di luar area RSUD KH Muhammad Thohir Krui.
Baca juga: Prihatin ibu melahirkan di jalan, Prabowo genjot kesehatan daerah
Baca juga: Prabowo targetkan bangun dan renovasi 300–400 RS dalam tiga tahun
Baca juga: Presiden Prabowo tegaskan tak boleh ada korupsi di sektor kesehatan
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.