Saya kira transportasi Jabodetabek dengan KRL, MRT sudah setara kota-kota di dunia
Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang, Jawa Tengah, Djoko Setidjowarno mengungkapkan transportasi publik di Jabodetabek seperti Moda Raya Terpadu (MRT) dan kereta listrik (KRL) sudah setara dengan sejumlah transportasi publik di banyak kota dunia.
"Saya kira transportasi Jabodetabek dengan KRL, MRT sudah setara kota-kota di dunia. Sudah setara," ujar Djoko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Salah satu tantangannya, kata dia, saat ini bagaimana masyarakat mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan angkutan umum.
Djoko melihat bahwa proyek-proyek transportasi strategis dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni perluasan pembangunan MRT Jakarta, proyek pembangunan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ), dan Pembangunan LRT fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium merupakan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
"Karena itu kebutuhan dasar. Ini kebutuhan masyarakat. Memang masyarakat kita didorong menggunakan angkutan umum," katanya.
Dia menyarankan agar pembangunan dan perluasan transportasi di DKI Jakarta yang sudah sedemikian bagus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat.
Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan saat ini terdapat enam. proyek strategis di wilayah DKI Jakarta yang sangat berpotensi menyerap investasi lanjutan dari Jepang.
Untuk diketahui enam proyek strategis di wilayah DK Jakarta meliputi, Perluasan Pembangunan MRT Jakarta; Proyek Pembangunan Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ); Proyek ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter; Pembangunan Tanggul Pelindung Pantai NCICD (National Capital Integrated Coastal Development) di pesisir utara.
Kemudian Proyek penguatan Sistem Polder Pompa Waduk Pluit Timur; dan Pembangunan LRT fase 2 dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium.
Peluang investasi Jepang pada proyek-proyek strategis di Kota Jakarta terus diupayakan untuk mengalami peningkatan. Hal itu dikatakan Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir saat melakukan kunjungan kerja ke Jakarta pada 4 – 6 Juni 2026. Selain bertemu dengan Gubernur Pramono Anung, Dubes Kartini juga melakukan pembahasan teknis hingga peninjauan langsung sejumlah proyek strategis Jakarta.
Pramono mengatakan, kerja sama sister-province antara Jakarta dan Tokyo yang telah aktif terjalin sejak 1989 diperkuat dengan kehadiran lebih dari 10 ribu warga Jepang yang bekerja di 1.500 perusahaan di ibu kota.
Kunjungan ini adalah sebagai follow up dari lawatan Gubernur Pramono Anung ke Tokyo pada akhir April 2026 lalu dan pertemuan dengan Gubernur Metropolitan Tokyo Yuriko Koike.
Ditargetkan pada perayaan HUT ke-500 tahun kota Jakarta di tanggal 22 Juni 2027 akan diresmikan area komersial bawah tanah MRT Jakarta beserta jalur lanjutan dari Bundaran HI menuju Monas.
Baca juga: Pendapatan MRT Jakarta capai Rp1,5 triliun pada 2025
Baca juga: KAI percepat regenerasi armada KRL Jabodetabek lewat PMN
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.