Jakarta (ANTARA) - Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menambahkan perusahaan perdagangan elektronik Alibaba dan perusahaan layanan internet Baidu ke dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki keterkaitan dengan militer China.
Dilansir dari Engadget pada Selasa (9/6) waktu setempat, masuknya Alibaba dan Baidu ke dalam daftar tersebut tidak berarti pemerintah Amerika Serikat langsung menjatuhkan sanksi kepada kedua perusahaan.
Namun, status tersebut membuat Pentagon tidak dapat menandatangani kontrak secara langsung dengan perusahaan tersebut maupun menggunakan produk dan layanan mereka melalui pihak ketiga.
Baca juga: Rusia: Pentagon gunakan Starlink untuk campuri urusan negara lain
Baca juga: Pentagon ajukan bujet Rp797 T bangun ekosistem AI terpusat
Kebijakan itu berpotensi berdampak terhadap peluang bisnis Alibaba dan Baidu itu karena sejumlah kontraktor yang bekerja sama dengan Pentagon dapat memilih menghentikan penggunaan produk atau layanan mereka.
Selain Alibaba dan Baidu, sejumlah perusahaan semikonduktor China juga masuk dalam daftar Pentagon seperti produsen chip memori ChangXin Memory Technologies (CXMT) dan Yangtze Memory Technologies Co. (YMTC).
Pentagon sebenarnya telah menerbitkan pembaruan daftar tersebut pada Februari lalu. Namun, daftar itu kemudian ditarik menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing pada Mei untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Di saat yang sama, dua senator Amerika Serikat dari Partai Republik dan Partai Demokrat juga dilaporkan mendesak pemerintahan Trump untuk memperketat pembatasan terhadap industri semikonduktor yang berhubungan dengan perusahaan asal China.
Mereka mengusulkan agar anak perusahaan luar negeri milik perusahaan China tidak dapat memesan chip khusus dari produsen semikonduktor seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC).
Taiwan juga disebut tengah mempertimbangkan kebijakan yang sejalan dengan pembatasan ekspor teknologi yang diterapkan Amerika Serikat.
Pemerintah Taiwan dilaporkan sedang mengkaji aturan pembatasan penjualan chip kecerdasan buatan (AI) kepada seluruh pelanggan dari China.
Jika kebijakan tersebut diterapkan, perusahaan-perusahaan China akan kesulitan untuk memperoleh chip AI berperforma tinggi yang digunakan dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Baca juga: China kecam BYD hingga Alibaba masuk "daftar hitam" Pentagon
Baca juga: Pentagon naikkan ancaman spionase dari Israel ke tingkat tertinggi
Baca juga: Media: Operasi Iran tekan anggaran Pentagon di tengah krisis biaya
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.