Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, menyulap limbah kulit kopi menjadi camilan kaya antioksidan yakni ChocoCara Bar.
Produk inovatif berupa snack bar berbasis cascara (kulit kopi kering) dan oat tersebut diluncurkan dalam kegiatan "Pameran Gelar Produk Pangan Baru 2026" yang digelar di halaman parkir depan Gedung C FTP Unej, Kabupaten Jember, Rabu.
"Saya memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para mahasiswa FTP yang jeli melihat celah pemanfaatan limbah komoditas lokal menjadi produk fungsional bernilai ekonomi tinggi," kata Rektor Unej Iwan Taruna saat meninjau kegiatan tersebut.
Menurut dia, inovasi seperti itu menjadi bukti nyata bahwa proses akademik di Unej mampu merespons tantangan di masyarakat dan industri secara langsung.
"Langkah mahasiswa FTP menyulap produk sampingan kopi menjadi camilan sehat bermutu tinggi adalah bentuk nyata dari hilirisasi riset kampus yang solutif," katanya.
Ia mengatakan Unej berkomitmen penuh mendukung kreativitas yang menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar dan sinergi dengan mitra industri seperti itu juga sekaligus mengakselerasi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) kampus, khususnya dalam menghasilkan lulusan yang siap berkarya dan berwirausaha.
Salah satu anggota tim pengembang ChocoCara Bar Laily Ratri Nurhaliza mengatakan ide produk tersebut muncul karena melihat potensi Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia yang menghasilkan kulit kopi dalam jumlah melimpah.
"Selama ini, pemanfaatan cascara di masyarakat masih sangat terbatas, biasanya hanya diolah menjadi teh. Permintaan kopi yang tinggi pastinya akan menghasilkan kulit kopi yang semakin banyak," katanya.
Di samping itu, cascara sendiri memiliki kandungan senyawa bioaktif yang tinggi antioksidan, sehingga timnya ingin mengenalkan cascara melalui produk snack bar supaya lebih dilirik oleh masyarakat bahwa bahan itu memiliki nilai plus walaupun merupakan hasil samping yang jarang dimanfaatkan.
"Dalam proses pembuatannya, ChocoCara Bar menggunakan kombinasi almond, roasted oat, corn flakes, cascara, kurma, dark chocolate 90 persen, serta dark chocolate compound," ujar dia.
Perpaduan bahan tersebut menghasilkan camilan dengan cita rasa cokelat yang khas serta tekstur yang renyah. Produk itu juga mendukung konsep keberlanjutan (sustainability) karena dibuat tanpa menggunakan gula tambahan. Nilai kemanisan dan daya rekatnya memanfaatkan kurma secara alami.
Meski demikian, Laily mengakui proses pengembangannya tidak lepas dari tantangan, terutama dalam menjaga tekstur snack bar agar tetap kokoh dan renyah karena kadar air kurma yang cukup tinggi.
Selain itu, tim pengembang menjelaskan bahwa meskipun tanpa gula tambahan, kandungan gula pada satu batang ChocoCara Bar (berat bersih 40 gram) murni berasal dari gula alami kurma dan dark chocolate compound.
Pameran Gelar Produk Pangan Baru 2026 memamerkan 24 inovasi pangan lokal dalam beberapa kategori di antaranya pada kategori minuman sehat, terdapat Es LumiSoy (susu kedelai lumut bunga telang) dan Purple Oat. Untuk kategori camilan renyah, hadir Opakame (opak edamame), EDACRIS, CRUBE, dan Chibee Rolls.
Sementara kategori kudapan modern menghadirkan CARROFIN (muffin sayur), BluAyu Brulee, Nagaren Roll, Vesavo, serta produk fungsional Sachika (sagon, chia seed, dan kurma).
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.