Mexico City (ANTARA) - Sekitar 3 juta orang diperkirakan akan mengunjungi Meksiko selama Piala Dunia FIFA 2026 dan negara tersebut berpotensi meraup pendapatan hingga hampir 2,3 miliar dolar AS (sekitar Rp41 triliun).
"Meksiko diperkirakan akan menyambut sekitar 3 juta pengunjung selama Piala Dunia FIFA 2026, dengan sebagian besar di antaranya menuju Kota Meksiko, karena kota ini akan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka," kata Menteri Pariwisata Kota Meksiko Alejandra Frausto kepada Kantor Berita Rusia RIA Novosti.
Pertandingan pertama Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca, Kota Meksiko, pada Kamis (11/6), yang mempertemukan tim tuan rumah melawan Afrika Selatan.
Frausto menyebutkan berbagai prediksi memproyeksikan dampak ekonomi di tingkat nasional akan melampaui 40 miliar peso (sekitar 2,3 miliar dolar AS). Sementara itu, dampak ekonomi khusus untuk wilayah ibu kota diproyeksikan mencapai lebih dari 26 miliar peso atau setara 1,5 miliar dolar AS (sekitar Rp26,8 triliun).
Baca juga: Jadwal lengkap laga pekan pertama Piala Dunia 2026
Sektor-sektor yang diperkirakan akan menerima keuntungan paling besar antara lain industri perhotelan, gastronomi (kuliner), hiburan, ritel, transportasi, serta layanan jasa pariwisata.
Piala Dunia 2026 mencetak sejarah sebagai pesta sepak bola pertama dunia yang diselenggarakan bersama oleh tiga negara tuan rumah di kawasan Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Turnamen tersebut juga menjadi yang terbesar dalam sejarah sepak bola karena diikuti 48 tim nasional, setelah pergelaran sebelumnya diramaikan oleh hanya 32 tim. Total 104 pertandingan tersebar di 16 kota tuan rumah.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Gedung Putih: Semua pertandingan piala dunia AS dilindungi dari drone
Baca juga: Kapolri: Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia gelar nobar Piala Dunia
Baca juga: Sambut Piala Dunia 2026, Home of World Cup hadir di tiga mal Indonesia
Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.